Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akui Delapan Bulan Terlalu Lama, DPRD Jatim Minta Proyek Jembatan Sentong Bondowoso Harus Dikebut

Faqih Humaini • Sabtu, 18 April 2026 | 08:06 WIB
DIKERJAKAN: Pekerjaan konstruksi mulai dikerjakan di jembatan Sentong. DPRD Jatim mengakui bila pekerjaan selama 8 bulan tersebut cukup lama. (ILHAM/RJ)
DIKERJAKAN: Pekerjaan konstruksi mulai dikerjakan di jembatan Sentong. DPRD Jatim mengakui bila pekerjaan selama 8 bulan tersebut cukup lama. (ILHAM/RJ)

 

NANGKAAN, Radar Ijen – Komisi D DPRD Jawa Timur mendorong percepatan pembangunan Jembatan Sentong di ruas Jalan Mastrip, Kabupaten Bondowoso, yang ambrol pada Senin (23/2).

Infrastruktur berusia lebih dari satu abad itu dinilai vital karena menjadi penghubung utama Bondowoso–Jember sekaligus urat nadi perekonomian warga.

Dorongan percepatan itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, H. Satib, saat agenda konsultasi publik bersama DPU Bina Marga Jawa Timur, Kamis (16/4).

Forum tersebut membahas paket penggantian Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso.

Menurut Satib, konsultasi publik digelar sebelum pekerjaan dimulai agar masyarakat terdampak dapat menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia menilai, putusnya akses jembatan telah berdampak luas terhadap aktivitas warga, terutama sektor ekonomi.

Baca Juga: Fasilitas Bakal Ditanggung Daerah, DPRD Bondowoso Nilai Peran PPL Perlu Disinkronkan

“Banyak warga mengeluh karena omzet usaha mereka turun drastis sejak jembatan ambrol,” ujarnya.

Salah satu aspirasi utama yang muncul adalah kebutuhan jembatan darurat khusus pejalan kaki.

Selama ini, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen akibat terhambatnya akses distribusi.

Selain itu, warga juga meminta tambahan penerangan di area pemakaman yang berada di sisi jembatan.

Usulan tersebut langsung disepakati dalam forum konsultasi publik. Sementara untuk kendaraan roda dua dan roda empat, saat ini masih diarahkan melalui jalur alternatif di jalan kabupaten yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga: Sinergi Lintas Instansi: Kementerian PANRB Dukung Peran SPPI dalam Sukseskan Koperasi Merah Putih

Satib menegaskan, proses pembangunan harus dipercepat dari target awal maksimal delapan bulan.

Menurutnya, percepatan bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas konstruksi, salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja serta jam kerja.

“Bisa ditambah shift kerja dari dua menjadi tiga shift, sehingga progres pembangunan lebih cepat,” tegasnya.

Sesuai hasil konsultasi publik, proyek penggantian Jembatan Sentong direncanakan berlangsung selama 250 hari, dengan konstruksi menggunakan PCI girder dan pondasi bore pile sedalam 24–28 meter.

Lebar jembatan dirancang mencapai 14 meter dengan tambahan oprit sepanjang 100 meter lengkap dengan drainase.

Proyek senilai Rp17,5 miliar ini ditargetkan rampung sebelum akhir 2026, dengan harapan dapat segera memulihkan konektivitas dan perekonomian masyarakat Bondowoso. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jembatan #dprd jatim #Bondowoso