NANGKAAN, Radar Ijen - Deru alat berat di Jembatan Sentong, menarik perhatian warga sekitar untuk datang menyaksikan. Mereka melihat para pekerja yang tengah sibuk mengoperasikan alat berat hingga membuat besi spiral bore pile.
Proses penggantian Jembatan Sentong mulai dilakukan sejak kemarin (15/4). Pada hari perdana, mereka menggelar selamatan atau doa bersama tokoh agama dan warga sekitar.
Baca Juga: DPR RI Terus Soroti Konflik Lahan di Ijen Bondowoso yang Tak Kunjung Usai
Dilanjutkan dengan pengeboran di titik awal pembangunan. Setelah sebelumnya, mereka juga menguji sampel tanah di jembatan penghubung Jember - Bondowoso itu.
Rencananya, hari ini (16/4) akan melakukan pengecoran perdana, di titik yang sudah digali menggunakan alat berat sebelumnya.
Meski demikian, struktur jembatan lama masih tetap dipertahankan. Sehingga warga masih dapat melintas, dengan cara berjalan kaki.
Mandor penggantian Jembatan Sentong, Hermawan mengatakan, sebelum proses pengeboran perdana dimulai, pekerja bersama tokoh agama setempat melakukan selamatan terlebih dahulu.
Baca Juga: DPR RI Terus Soroti Konflik Lahan di Ijen Bondowoso yang Tak Kunjung Usai
Diakhiri dengan makan tumpeng bersama. “Adanya (selamatan, red) begitu. Biar selamat semua lah,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, penggantian jembatan dimulai dengan pengeboran menggunakan alat berat.
Kemudian dilanjutkan dengan pengecoran hari ini. “Pengetesan tanah sudah dan pembersihan sudah. Hari ini (kemarin, red) dimulai dengan selamatan,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Wawan itu, menegaskan proses penggantian Jembatan Sentong ditarget rampung tahun ini. Waktu pengerjaan kurang lebih delapan bulan. Meski demikian, hingga kemarin jembatan lama belum dibongkar total.
“Tetap bisa melintas, cuma mungkin agak sulit. Karena banyak material, orang kerja dan alat berat di tengah jalan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi