Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seleksi Kepsek Harus Berbasis Kapasitas, DPRD Bondowoso Soroti IPM Pendidikan Alami Stagnasi

Faqih Humaini • Rabu, 15 April 2026 | 21:36 WIB
ilustrasi kepala sekolah
ilustrasi kepala sekolah

TENGGARANG, Radar Ijen – Proses seleksi bakal calon kepala sekolah (BCKS) di Kabupaten Bondowoso terus berlanjut.

Namun, Komisi IV DPRD Bondowoso mengingatkan agar tahapan tersebut tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Seleksi diminta benar-benar mengedepankan kualitas dan kebutuhan riil pembangunan pendidikan daerah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, menegaskan bahwa calon kepala sekolah mulai jenjang TK, SD hingga SMP wajib dipilih berdasarkan kapasitas dan kapabilitas.

Termasuk pemahaman terhadap arah kebijakan pendidikan daerah dan target pembangunan, khususnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan.

Baca Juga: DPR RI Terus Soroti Konflik Lahan di Ijen Bondowoso yang Tak Kunjung Usai

"Tentu ini sangat berpengaruh, maka harus betul betul selektif," katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurutnya, selama ini capaian IPM bidang pendidikan di Bondowoso masih belum signifikan.

Bahkan dalam tiga tahun terakhir, peningkatannya tidak sampai satu persen setiap tahun. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola pendidikan masih membutuhkan pembenahan serius, terutama dari sisi kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.

Majid menjelaskan, pihaknya juga menemukan berbagai kelemahan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Mulai dari persoalan rombongan belajar (rombel), keterbatasan SDM guru dan tenaga kependidikan, hingga infrastruktur pendidikan yang belum merata.

Selain itu, jabatan kepala sekolah yang kosong dalam waktu cukup lama juga menjadi perhatian serius.

Baca Juga: Respon Cepat Bupati Bondowoso ke Wonoboyo, Pemkab Gelontorkan Rp 500 Juta untuk Tujuh Titik Rawan

Data yang dihimpun, terdapat lebih dari 100 posisi kepala sekolah yang belum terisi definitif. Kekosongan ini dinilai berdampak langsung terhadap efektivitas manajemen sekolah dan kualitas layanan pendidikan.

“Karena itu, seleksi harus benar-benar ketat dan objektif. Tidak cukup hanya memenuhi regulasi dan persyaratan teknis, tetapi juga harus melihat rekam jejak, prestasi, serta komitmen dalam memajukan pendidikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepala sekolah merupakan jabatan strategis yang berperan penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Oleh sebab itu, setiap kandidat harus memiliki visi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional, termasuk upaya konkret dalam mendongkrak IPM.

Komisi IV DPRD Bondowoso berharap, proses seleksi yang sedang berjalan mampu menghasilkan kepala sekolah yang kompeten dan berintegritas. Dengan demikian, berbagai persoalan pendidikan di Bondowoso dapat terurai secara bertahap dan kualitas pendidikan daerah bisa meningkat secara signifikan. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#DPRD #kepala sekolah #Ijen #Bondowoso