Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak SPPG MBG di Bondowoso, Ribuan Orang Bisa Dapat Lapangan Kerja Baru

Ilham Wahyudi • Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB
HARAPAN BARU: Pegawai SPPG Kademangan bersama petugas melihat kesiapan alat untuk memasak menu Makanan Bergizi Gratis. (ILHAM/RJ)
HARAPAN BARU: Pegawai SPPG Kademangan bersama petugas melihat kesiapan alat untuk memasak menu Makanan Bergizi Gratis. (ILHAM/RJ)

KADEMANGAN, Radar Ijen - Di tengah keterbatasan lapangan kerja, kehadiran dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso, menjelma menjadi harapan baru. Ribuan warga kini terserap, dari tenaga dapur hingga sopir distribusi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso, tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam skala besar. Hingga April 2026, sebanyak 69 SPPG telah beroperasi dan menyerap sekitar 3.100 tenaga kerja.

Baca Juga: Kini ASN Pemkab Bondowoso Siap WFH Tiap Jumat, Bupati Dorong Produktif Berbasis Hasil

Mereka terdiri dari relawan hingga pekerja tetap yang tersebar di berbagai dapur.

Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyebut, kebutuhan tenaga kerja akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah dapur yang beroperasi.

“Untuk pekerja kurang lebih 3.100 orang,” ujarnya.

Jenis pekerjaan yang tersedia pun beragam, mulai dari bagian persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian, kebersihan, hingga distribusi seperti sopir dan tenaga keamanan.

Bahkan, beberapa posisi membutuhkan keahlian khusus seperti ahli gizi dan tenaga administrasi.

Baca Juga: Ini Progres Terbaru Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso, Alat Berat Mulai Bekerja?

Besarnya peluang kerja ini terlihat dari tingginya minat masyarakat. Di dapur SPPG Kademangan 3 saja, tercatat 1.283 orang mendaftar untuk mengisi sekitar 50 posisi yang tersedia.

Pemilik dapur, Ali Hasan Mun'im, mengakui bahwa antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan. “Semua mendaftar, dari berbagai posisi. Tapi memang ada seleksi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Selain membuka lapangan kerja, program ini juga memberikan jaminan perlindungan bagi para pekerja. Seluruh tenaga yang terlibat didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui fasilitasi Badan Gizi Nasional.

Ke depan, peluang kerja diprediksi masih akan terus bertambah.

Dari total 75 dapur yang telah dibangun, masih ada beberapa yang belum beroperasi dan menunggu anggaran.

Artinya, potensi penyerapan tenaga kerja masih terbuka lebar. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#SPPG #Mbg #Bondowoso