DABASAH, Radar Ijen - Akses baru, dampak langsung terasa. Pembukaan gerbang tol di Besuki tak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga mendongkrak arus kendaraan ke Bondowoso hingga 23 persen.
Jalan menuju Bondowoso terasa lebih ramai dari biasanya selama musim mudik Lebaran tahun ini.
Deretan kendaraan roda empat mengalir lebih deras, seolah menandai perubahan baru dalam pola mobilitas masyarakat. Pemicu utamanya, dibukanya akses Gerbang Tol Prosiwangi di wilayah Besuki, Situbondo.
Sejak akses tol sementara itu difungsikan, volume kendaraan yang masuk ke Bondowoso mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tinggi, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Punya Saran Begini
Data Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat, rata-rata kendaraan roda empat yang masuk mencapai 3.843 unit per hari dalam periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Jumlah itu meningkat cukup tajam dibandingkan sebelum tol dibuka. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan sebelum gerbang tol dibuka.
“Rata-rata volume harian hanya berada di angka 3.114 kendaraan,” kata Sigit Purnomo, Kepala Dishub Bondowoso.
Kenaikan ini bukan sekadar angka. Ia mencerminkan perubahan aksesibilitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan dibukanya gerbang tol ini, arus kendaraan yang masuk ke Bondowoso meningkat cukup signifikan. Ini menandakan aksesibilitas semakin mudah dan waktu tempuh menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Lonjakan tertinggi terjadi pada 17 Maret 2026. Saat itu, arus kendaraan mencapai puncaknya seiring banyaknya pemudik yang memilih pulang lebih awal.
Sementara arus balik memuncak pada 28 Maret 2026.
Kendaraan yang keluar maupun melintas meningkat tajam, menandai berakhirnya masa libur Lebaran.
Di balik padatnya arus kendaraan, tersimpan peluang ekonomi yang ikut bergerak. Aktivitas perdagangan dan jasa ikut terdongkrak seiring meningkatnya mobilitas.
“Arus kendaraan yang meningkat turut membawa potensi perputaran ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan jasa,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi