Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dinkes Bondowoso: Stok Vaksin Imunisasi Campak Diklaim Aman

Ilham Wahyudi • Rabu, 8 April 2026 | 17:23 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso
dr Moch Jasin
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Moch Jasin

KADEMANGAN, Radar Ijen - Ancaman campak tak bisa dianggap remeh. Di tengah munculnya kasus suspek di sejumlah kecamatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso bergerak cepat l, mengejar imunisasi hingga mendekati target sempurna.

Langkah tersebut dianggap bagian dari program imunisasi kejar serentak, yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Moch Jasin mengatakan, program imunisasi kejar itu, menyasar bayi di bawah dua tahun (baduta) dan balita. Dari data yang ada, jumlah sasaran baduta sebanyak 82 anak, sementara balita mencapai 138 anak.

Sementara, capaian imunisasi campak di Kota Tape baru mencapai 97,01 persen. “Memang belum 100 persen, tapi sudah sesuai target Kemenkes RI,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Bentuk Satgas MBG Dibentuk di Tingkat Kecamatan

Untuk mengejar capaian maksimal, dia mengaku terus mengajak orang tua, memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia, mulai dari posyandu, fasilitas kesehatan, hingga bidan desa.

Dinkes juga memastikan layanan imunisasi diberikan secara gratis dengan ketersediaan vaksin yang mencukupi. Saat ini, stok vaksin di Instalasi Farmasi Kabupaten mencapai 7.730 dosis, belum termasuk yang tersebar di puskesmas. “Stok vaksinnya aman,” tegasnya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Hingga kini, tercatat ada 17 balita berstatus suspek campak yang tersebar di delapan kecamatan.

Sampel kasus tersebut telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Ada tapi suspek, hasilnya belum keluar. Namun kondisinya sudah membaik semua,” jelasnya.

Baca Juga: Dibalik Cerita Prajurit yang Bertugas ke Lebanon, Lima Kali Ditinggal Tugas, Tetap Memilih Untuk Tegar

Jasin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi hoaks terkait imunisasi.

Menurutnya, vaksinasi sangat penting untuk mencegah penularan campak yang dapat berujung komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru hingga radang otak.

Ia menjelaskan, gejala campak umumnya diawali demam tinggi selama dua hingga tiga hari, disertai munculnya ruam merah di wajah yang kemudian menyebar ke leher dan dada.

 Gejala lain yang menyertai antara lain batuk, pilek, serta mata merah. “Kalau warna matanya merah, itu khas dari campak,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#vaksin campak #campak #Bondowoso