Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Bentuk Satgas MBG Dibentuk di Tingkat Kecamatan

Ilham Wahyudi • Rabu, 8 April 2026 | 13:04 WIB
LEBIH DEKAT: Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i memimpin rapat koordinasi pembentukan Satgas MBG Kecamatan. (ILHAM/RJ)
LEBIH DEKAT: Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i memimpin rapat koordinasi pembentukan Satgas MBG Kecamatan. (ILHAM/RJ)

DABASAH, Radar Ijen - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso terus meluas. Dapur bertambah, distribusi makin ramai. Pengawasan pun ditarik lebih dekat ke masyarakat, hingga level kecamatan.

Pergerakan program Makan Bergizi Gratis di Bondowoso semakin masif. Dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah. Dari total kuota sekitar 117 dapur, kini 69 diantaranya sudah berjalan.

Baca Juga: Bantah Isu 70 Ribu Unit, Kepala BGN Jelaskan Fakta Pengadaan Motor Listrik Operasional Kepala SPPG

Namun, di balik ekspansi itu, muncul kebutuhan baru, pengawasan yang lebih dekat dan respons yang lebih cepat terhadap aduan masyarakat. Di sinilah langkah baru diambil.

Pemkab Bondowoso membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG hingga tingkat kecamatan. Artinya, seluruh 23 kecamatan di Bondowoso kini memiliki Satgas sendiri, yang melibatkan unsur Forkopimca.

“Mungkin dulu SPPG masih belum banyak ya, jadi pengaduan bisa di kabupaten,” ujar As’ad Yahya Syafi’i, Wakil Bupati Bondowoso.

Kini, dengan jumlah dapur yang terus bertambah, pengawasan terpusat dinilai tidak lagi efektif. Maka, sistemnya diubah, dari pusat ke wilayah.

Dengan adanya Satgas di kecamatan, setiap keluhan atau persoalan di lapangan diharapkan bisa ditangani lebih cepat, tanpa harus menunggu proses panjang di tingkat kabupaten.

Baca Juga: Percepat Layanan dan Tekan Antrean, Disparbudpora Bondowoso Terapkan Cashless Untuk Jelajah Wisata

Namun, pengawasan bukan satu-satunya fokus. Ada persoalan lain yang mulai disorot, rantai pasok bahan makanan.

As’ad menilai, masih banyak kebutuhan dapur MBG yang dipasok dari luar daerah. Padahal, potensi lokal dinilai cukup besar untuk diberdayakan.

“Saya sangat berharap sekali, semua SPPG. Jangan suppliernya Bondowoso, tapi barangnya dari luar,” tegasnya.

Dia menegaskan, bahan makanan untuk program MBG sebisa mungkin berasal dari petani Bondowoso sendiri.

Dengan begitu, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. “Kalau bisa dari yang tumbuh di Bondowoso, petani Bondowoso,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#SPPG #Satgas MBG #wakil bupati #Bondowoso