BADEAN, Radar Ijen - Dalam kurun waktu sepekan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso tercatat dua kali melakukan evakuasi cincin yang menyangkut keselamatan warga.
Kejadian ini menjadi perhatian tersendiri karena melibatkan kondisi darurat akibat pembengkakan pada jari korban.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, mengungkapkan bahwa kasus pertama terjadi pada Rabu (1/4) sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca Juga: Tahun Lalu Begitu Ramainya Haul Habib Sholeh Tanggul ke-49, Ini Fotonya Dari Udara
Korban atas nama Siti Ratna (78), warga Kecamatan Tenggarang, harus mendapat penanganan setelah jarinya membengkak akibat cincin yang tidak bisa dilepas.
Peristiwa tersebut bermula saat korban menjalani perawatan di RS Mitra Medika.
Pihak perawat kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada petugas Damkar karena cincin yang melingkar di jari korban berisiko memperparah kondisi kesehatan, terlebih korban diketahui memiliki riwayat diabetes.
“Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai korban, mengingat kondisi jarinya sudah bengkak,” ujar Vara Tedi.
Baca Juga: Begini 7 Tips Jitu Taklukkan Passing Grade UNEJ 2026 Tembus SNBT
Selang sehari, kejadian serupa kembali terjadi pada Kamis (2/4) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Kali ini menimpa Bapak Salim (56), warga Desa Jetis, Kecamatan Curahdami.
Korban mengalami pembengkakan setelah mencoba mengenakan cincin yang ditemukan.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Curahdami sebelum akhirnya petugas Damkar turun tangan untuk melakukan evakuasi cincin. Proses pelepasan kembali berhasil dilakukan tanpa menimbulkan luka serius pada korban.
Vara Tedi menambahkan, kedua kejadian ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menggunakan perhiasan, terutama saat kondisi jari tidak normal atau memaksakan penggunaan cincin yang tidak sesuai ukuran.
Ia juga menegaskan bahwa Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya.
“Dalam seminggu sudah dua kejadian serupa. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada. Jika terjadi kondisi darurat seperti ini, segera hubungi petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan aman,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi