Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

237 Prajurit Disiapkan Misi Perdamaian ke Lebanon, Berkunjung Dahulu ke Pendopo Bupati Bondowoso

Ilham Wahyudi • Kamis, 2 April 2026 | 14:04 WIB
BERSIAP: Sejumlah anggota TNI di Bondowoso ketika beraudiensi bersama Bupati Abdul Hamid Wahid kemarin. (ILHAM/RJ)
BERSIAP: Sejumlah anggota TNI di Bondowoso ketika beraudiensi bersama Bupati Abdul Hamid Wahid kemarin. (ILHAM/RJ)

DABASAH, Radar Ijen - Di tengah dinamika konflik dunia, ratusan prajurit dari Bondowoso bersiap berangkat jauh dari rumah. Bukan untuk perang, melainkan menjaga damai di negeri orang.

Sebanyak 237 personel tengah dipersiapkan untuk bergabung dalam Satgas UNIFIL gelombang 23-T 2026, sebuah penugasan internasional yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) hadir langsung memberikan pembekalan dan supervisi.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Akui Siapkan Langkah Efisiensi, Siap Ikuti Kebijakan Pusat

Bagi para prajurit, ini bukan sekadar pelatihan teknis. Mereka dibekali pemahaman tentang kebijakan pertahanan Indonesia, hingga aturan internasional yang berlaku dalam misi perdamaian.

Kolonel Inf Aditya Mulyadi menekankan pentingnya pemahaman tersebut.

“Agar mereka mendapatkan gambaran aturan di PBB seperti apa,” ungkapnya.

Dalam misi seperti UNIFIL, prajurit tidak hanya dituntut sigap secara fisik. Mereka juga harus memahami batasan, prosedur, dan etika internasional yang diatur oleh Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan

Sebab, yang mereka hadapi bukan sekadar situasi keamanan, tetapi juga kompleksitas diplomasi global.

Sebelum benar-benar diberangkatkan, para personel ini akan menjalani pelatihan lanjutan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor.

Di sana, mereka akan bergabung dengan prajurit dari berbagai matra, darat, laut, dan udara, serta dari satuan lain di bawah Kostrad dan Kodam.

Meski demikian, keberangkatan mereka tetap bergantung pada keputusan internasional.

Terlebih, kondisi di Lebanon yang fluktuatif membuat segala keputusan berada di tangan PBB. “Kita yang penting menyiapkan, tapi untuk keberangkatan itu yang menentukan mereka (PBB, red),” tandasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#unifil #lebanon #TNI #Bondowoso