SUKOWIRYO, Radar Ijen - Di wilayah yang selama ini bergantung pada jembatan kayu dan bambu, pembangunan akhirnya akan segera dimulai. Bukan sekadar proyek, tetapi harapan agar mobilitas warga tak lagi terputus saat air datang.
Program Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis, akhirnya direalisasikan di Bumi Ki Ronggo.
Baca Juga: Program Rantas Pemkab Bondowoso Terus Berlanjut: 134 Titik Jalan Akan Diperbaiki Tahun Ini
Hal tersebut menyasar akses-akses vital yang selama ini menjadi urat nadi masyarakat desa. Ada empat titik jembatan yang menjadi prioritas pada tahap.
Secara nasional, program Jembatan Garuda telah memasuki tahap ketiga. Namun bagi Bondowoso, ini menjadi langkah awal yang dinanti.
Targetnya, keempat jembatan tersebut rampung dalam waktu 1,5 hingga 2 bulan, dengan pengerjaan dilakukan secara paralel di masing-masing lokasi.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito menyebut, sebelumnya ada sembilan titik yang diusulkan.
Namun baru empat yang disetujui untuk dikerjakan. Tersebar di lokasi strategis. Di Sukowiryo, jembatan sepanjang 45 meter akan menghubungkan Desa Sukowiryo dengan Desa Kejawan, di perbatasan Kecamatan Bondowoso dan Grujugan.
Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan
Lalu di Desa Sumber Salak, jembatan sepanjang 35 meter membuka akses ke wilayah Grujugan. Pembangunan juga dilakukan di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, dengan panjang jembatan 30 meter. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, jalur penting yang menghubungkan Bondowoso dengan wilayah Situbondo.
Di titik terakhir ini, kebutuhan terasa paling mendesak. Selama ini, warga di daerah seperti Sumber Argo dan Sumber Malang lebih bergantung pada akses ke Bondowoso dibanding ke pusat Kabupaten Situbondo.
Jarak yang lebih dekat membuat jalur ini menjadi pilihan utama, meski kondisinya belum memadai.
“Masyarakat di sana lebih dekat ke Bondowoso, hanya sekitar 30 menit. Kalau ke Situbondo bisa sampai satu hingga satu setengah jam, dan aksesnya juga masih sulit,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi