Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dari Prajekan hingga Kota, Pemkab Bondowoso Terus Komitmen Aspal Jalan Sampai Mulus

Faqih Humaini • Kamis, 2 April 2026 | 12:26 WIB
SIAP DIPERBAIKI: Sejumlah titik ruas jalan yang sudah mulai diperbaiki beberapa waktu lalu. (FAQIH/RJ)
SIAP DIPERBAIKI: Sejumlah titik ruas jalan yang sudah mulai diperbaiki beberapa waktu lalu. (FAQIH/RJ)

BADEAN, Radar Ijen - Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) mulai memfokuskan penanganan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Program ini menyasar titik-titik kerusakan terparah yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah timur hingga pusat kota.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan telah ditetapkan sebagai prioritas utama perbaikan tahun ini.

Di antaranya berada di Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak cukup parah. 

“Ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas, di antaranya Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer. Selain itu, ruas Jalan HOS Cokroaminoto serta Jalan MT Haryono juga masuk dalam daftar penanganan. Seluruhnya merupakan bagian dari program prioritas kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS

Tak hanya itu, Ansori mengungkapkan bahwa total terdapat 134 titik jalan yang akan ditangani pada tahun ini.

Titik-titik tersebut tersebar di seluruh kecamatan dengan panjang penanganan mencapai sekitar 35 kilometer.

Beberapa ruas bahkan memiliki panjang lebih dari satu hingga dua kilometer, salah satunya berada di kawasan Mitra Medika.

Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta urgensi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, tidak semua titik mendapatkan perlakuan yang sama.

Ansori menegaskan bahwa sejumlah lokasi membutuhkan penanganan khusus, terutama yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang rawan mempercepat kerusakan jalan. 

Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan

“Ada beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, termasuk perbaikan sistem drainase. Ini kami fokuskan karena kerusakan sering dipicu genangan air akibat saluran yang tidak berfungsi optimal,” jelasnya.

Dari total 134 titik tersebut, sebagian merupakan paket pekerjaan terpadu yang tidak hanya mencakup perbaikan jalan, tetapi juga pembenahan drainase. Selain itu, terdapat lima lokasi yang menjadi prioritas khusus untuk penanganan drainase jalan.

Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan data kerusakan yang dihimpun sepanjang tahun 2025. Namun demikian, Ansori mengakui bahwa tidak semua titik dapat ditangani sekaligus karena keterbatasan anggaran.

“Kami menetapkan skala prioritas berdasarkan kondisi terparah. Pelaksanaannya tentu menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada, namun tetap kami optimalkan agar hasilnya maksimal,” imbuhnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Bondowoso mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar hampir Rp50 miliar.

Saat ini, proses pengerjaan mulai berjalan dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga pertengahan tahun.

Meski demikian, pihaknya masih membuka peluang adanya tambahan anggaran melalui Perubahan APBD guna memperluas cakupan penanganan jalan yang belum tersentuh pada tahap awal. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #BSBK #jalan #Bupati #Bondowoso