Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rumah Warga di Botolinggo Bondowoso Ini Tersambar Petir di Dalam Rumah, Ini Kronologinya

Ilham Wahyudi • Selasa, 31 Maret 2026 | 19:16 WIB
BERDUKA: Petugas BPBD Bondowoso mendatangi rumah korban tersambar petir di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, kemarin
BERDUKA: Petugas BPBD Bondowoso mendatangi rumah korban tersambar petir di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, kemarin

radar jember - HUJAN deras yang disertai angin kencang Minggu (29/3) sore, berubah menjadi petaka bagi warga Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso. Seorang perempuan lanjut usia, Maryema (66), meninggal dunia setelah tersambar petir.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, nyaris tanpa jeda. Saat cuaca mulai memburuk, korban yang tengah berada di sawah memilih pulang untuk menghindari hujan.

Setibanya di rumah, Maryema sempat berkumpul bersama kerabat dan saksi di ruang tamu.

Baca Juga: WADUH! Pemkab Bondowoso Tak Ada Anggaran Perbaikan Sekolah Rusak dari APBD

Situasi yang awalnya terasa aman, berubah tragis ketika petir menyambar, menghantam tubuh korban hingga ia meninggal dunia di tempat.

Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

"Salah satu penduduk terkena petir dan meninggal dunia," ujarnya.

Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso langsung bergerak cepat. Tim melakukan asesmen ke lokasi serta menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban.

Selain itu, BPBD juga tengah mengajukan santunan kematian akibat bencana ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Terus Dorong Penguatan Koordinasi Pengelolaan Ijen Geopark

Di hari yang sama, cuaca ekstrem tidak hanya berdampak di Desa Klekean. Desa Gayam, yang masih berada di Kecamatan Botolinggo, juga terdampak hujan deras disertai angin kencang.

"Ada dua rumah yang terdampak. Hari ini kita lakukan asesmen dan memberikan bantuan sesuai tingkat kerusakannya," terangnya.

Fenomena cuaca ekstrem ini, menurut Kristianto, masih berkaitan dengan masa peralihan musim.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun ini musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan terasa lebih panas. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#BPBD #peti es #Bondowoso