TENGGARANG, Radar Ijen – Peringkat ke-386 dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia dalam indeks kinerja pengelolaan sampah 2025 menjadi tamparan keras bagi Kabupaten Bondowoso.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa tata kelola persampahan di daerah masih perlu dibenahi.
Sorotan datang dari Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad.
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus dibaca sebagai momentum untuk berbenah secara menyeluruh, bukan sekadar bahan evaluasi di atas kertas. “Ini alarm bahaya. Tidak bisa dianggap biasa,” ujarnya.
Menurut Sinung, persoalan sampah tidak cukup dibebankan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata.
Ia mendorong adanya orkestrasi lintas sektor yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), sektor pariwisata, hingga BSBK.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya melibatkan komunitas pegiat lingkungan sebagai mitra strategis. Kelompok seperti Sarkaspace dinilai memiliki kekuatan di akar rumput dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Mereka bergerak dengan hati, bukan semata anggaran. Ini potensi besar yang harus dirangkul,” tegasnya.
Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS
Tak hanya itu, posisi Bondowoso yang berada di urutan terakhir dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur juga menjadi catatan serius. Sinung mengingatkan, stigma negatif sebagai daerah dengan pengelolaan sampah terburuk tidak boleh dibiarkan melekat.
Ia juga menyoroti lemahnya edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, pendekatan penyadaran bisa dilakukan secara sederhana melalui peran aktif pemerintah desa, kecamatan, hingga komunitas tanpa harus bergantung pada anggaran besar.
Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan
Di sisi lain, Sinung menilai keberadaan regulasi seperti perda dan perbup tentang pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Ia meminta agar aturan tersebut tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan benar-benar diimplementasikan dengan langkah konkret dan inovatif di lapangan. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi