DABASAH, Radar Ijen - Di balik tembok tinggi dan pintu besi, Lebaran tetap punya makna. Bagi sebagian warga binaan, pagi itu bukan sekadar hari raya, melainkan awal dari harapan baru.
Usai gema takbir dan pelaksanaan salat Idul Fitri, suasana di lapangan serbaguna Lapas Kelas IIB Bondowoso berubah hangat.
Warga binaan berkumpul, menanti satu momen yang selalu dinanti setiap Lebaran, penyerahan remisi. Satu persatu nama dipanggil, Sabtu (21/3)
Baca Juga: Menyalakan Harapan di Rumah Sunyi Ibu Lima, Kapolres Bondowoso Kunjungi dan Berikan Bantuan Langsung
Di hadapan jajaran petugas, mereka menerima pengurangan masa pidana. Bagi sebagian orang, mungkin itu sekadar angka. Namun bagi mereka, setiap hari yang dipotong adalah harapan yang semakin dekat.
Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dengan suara tenang, ia membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Nunus mengatakan, Remisi khusus Idul Fitri bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah bentuk penghargaan bagi warga binaan yang telah menunjukkan perubahan, berperilaku baik, disiplin, dan aktif mengikuti program pembinaan.Baca Juga: Imbauan Soal Takbir Keliling, Begini Kata Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid
Di antara barisan itu, raut wajah tak bisa disembunyikan. Ada yang tersenyum lega, ada pula yang menahan haru. Lebaran kali ini terasa berbeda.
Sebagian menerima Remisi Khusus I, pengurangan masa pidana dalam hitungan hari hingga bulan. Sebagian lainnya mendapat Remisi Khusus II, langsung bebas di hari raya.
Jeruji yang selama ini membatasi, perlahan terasa lebih longgar. Bukan karena pintunya terbuka, tetapi karena harapan kembali menyala.
Berdasarkan data yang dihimpun, remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.
Besarannya bervariasi, mulai dari 15 hari hingga beberapa bulan, disesuaikan dengan masa pidana yang telah dijalani dan tingkat kepatuhan.
“Setiap perubahan, sekecil apapun, dihargai. Bahwa kesempatan untuk menjadi lebih baik selalu ada,” tegas Nunus.
Baca Juga: Persaingan Memanas, Inilah Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026 Putra dan Putri
Kegiatan berlangsung tertib. Tak ada gegap gempita berlebihan, tetapi justru di situlah letak maknanya. Sederhana, namun menyentuh. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi