Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Lain Penutupan Jembatan Sentong Bondowoso, Digunakan Untuk Jemur Padi hingga Main Bola

Ilham Wahyudi • Senin, 9 Maret 2026 | 18:40 WIB

DIMANFAATKAN: Penutupan Jembatan Sentong membuat warga sekitar memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan lain.
DIMANFAATKAN: Penutupan Jembatan Sentong membuat warga sekitar memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan lain.

NANGKAAN, Radar Ijen - Penutupan akses Jembatan Sentong di Bondowoso tak hanya mengubah arus lalu lintas. Jalan yang kini sepi, justru dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari menjemur padi hingga membuka usaha parkir motor.

Penutupan akses di Jembatan Sentong sejak ambles pada 23 Februari 2026 membuat jalan utama penghubung Bondowoso–Jember menjadi lengang. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk berbagai aktivitas yang tak biasa.

Jalan aspal yang biasanya padat kendaraan kini berubah fungsi. Ada yang menggunakannya sebagai tempat menjemur padi, lapangan sepak bola dadakan, hingga lokasi membuka usaha kecil. Salah satunya dilakukan Pras, petani asal Desa Sukowiryo. Ia memanfaatkan badan jalan yang kosong untuk menjemur padi miliknya.

Aksi tersebut bahkan sempat viral di media sosial karena dinilai unik, dalam memanfaatkan kondisi jalan yang sepi.

Pras mengaku menjemur sekitar 1,3 ton padi di atas aspal pada hari ini. Sebelumnya, selama dua hari terakhir ia juga telah menjemur sekitar 13 kuintal padi di lokasi yang sama.

Setiap pagi, ia bersama istrinya mengangkut padi menggunakan sepeda motor dari rumahnya yang berada tidak jauh dari Jembatan Sentong. Sebelum menghamparkan padi, Pras terlebih dahulu melapisi aspal dengan terpal agar hasil panen tidak langsung bersentuhan dengan jalan.

Ia memilih lokasi tersebut karena areanya luas dan langsung terkena sinar matahari sehingga proses pengeringan padi lebih cepat. Penjemuran biasanya dilakukan mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 12.00 WIB. “Daripada jalannya tidak dipakai,” ujarnya singkat.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus warga yang berjalan kaki dari arah utara menuju selatan cukup ramai. Sebagian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, sementara sebagian lainnya memilih menaiki becak motor (bentor) setelah melewati jembatan.

Di waktu pagi saat hari libur, suasana jalan yang lengang juga sering dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain sepak bola di tengah jalan. Pada malam hari, biasanya juga digunakan anak-anak untuk balap lari. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jembatan #Bondowoso