Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Kondisi Stok LPG 3 Kilogram di Bondowoso Terkini: Stok Mulai Normal, Harga Belum?

Ilham Wahyudi • Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44 WIB

MELIMPAH: Meski alur distribusi mulai lancar, namun sejumlah pengecer masih ditemukan menjual diatas HET.
MELIMPAH: Meski alur distribusi mulai lancar, namun sejumlah pengecer masih ditemukan menjual diatas HET.

DABASAH, Radar Ijen - Pasokan LPG 3 kilogram di Bondowoso mulai stabil, setelah sempat langka beberapa pekan lalu.

Namun, harga di tingkat eceran belum sepenuhnya kembali normal. Di sejumlah titik, gas melon masih dijual hingga Rp 23 ribu per tabung.

Kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram atau gas melon di Bondowoso memang mulai terurai. Distribusi dari agen ke pangkalan kembali rutin.

Antrean panjang yang sempat terjadi kini tak lagi terlihat mencolok. Namun, persoalan belum sepenuhnya tuntas. Harga di tingkat eceran justru merangkak naik.

Di sejumlah kecamatan, harga LPG 3 kilogram terpantau berada di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per tabung.

Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebelumnya adalah Rp 18 ribu per tabung.

Naira, penjual pecel di Kecamatan Bondowoso, merasakan langsung dampaknya. Ia menyebut, masyarakat kini sudah hafal jadwal distribusi gas dari agen ke pangkalan.

Dampaknya, tabung yang baru datang kerap habis dalam waktu singkat. "Hanya dalam waktu setengah jam sudah ludes," katanya.

Menurut ibu tiga anak tersebut, harga gas melon pasca kelangkaan belum juga kembali ke titik normal.

Ia menyebut, harga kini berada di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per tabung. Padahal, sebelumnya masih di angka Rp 18 ribu. Kenaikan tersebut memukul pelaku usaha mikro seperti dirinya.

Namun, Naira memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual pecel. Ia mengaku tetap membeli LPG dengan harga lebih tinggi demi keberlangsungan usaha.

Strateginya, bukan menaikkan harga, melainkan mengurangi sedikit porsi dagangan agar pelanggan tidak kabur.

Kondisi serupa dirasakan warga lain. Warga Kecamatan Tlogosari berinisial W mengatakan stok sudah tidak sulit dicari, tapi harga belum stabil.

"Enak, cuma harga itu ada yang Rp 22 ribu. Saya kira ini efek sisa kelangkaan kemarin," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#lpg #Bondowoso