Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tegas Bantah Pakai Gas Melon? Dapur MBG di Bondowoso Ini Pakai LPG Non Subsidi

Faqih Humaini • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:30 WIB

 

TINJAU LANGSUNG: Salah satu teknisi SPPG Tamansari saat mengecek kondisi gas LPG beberapa waktu lalu.
TINJAU LANGSUNG: Salah satu teknisi SPPG Tamansari saat mengecek kondisi gas LPG beberapa waktu lalu.

TAMANSARI, Radar Ijen - Isu kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Bondowoso yang dikaitkan dengan operasional dapur SPPG akhirnya mendapat bantahan tegas.

Pihak SPPG Tamansari memastikan bahwa seluruh aktivitas pengolahan makanan tidak menggunakan LPG subsidi, melainkan sepenuhnya memakai gas non-subsidi sesuai aturan pemerintah.

Mitra SPPG Tamansari, Yusuf, menegaskan bahwa dapur program sejak awal beroperasi sudah mengikuti petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu poin utama dalam aturan tersebut adalah larangan penggunaan LPG subsidi 3 kilogram dalam operasional dapur skala besar.

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa kami tidak pernah memakai gas melon. Dari awal kami sudah diwajibkan menggunakan LPG non-subsidi, dan itu kami patuhi sepenuhnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan energi dapur SPPG setiap hari sangat besar karena produksi makanan dilakukan dalam jumlah massal.

Dalam sehari, konsumsi gas bisa mencapai sekitar 50 hingga 80 kilogram, bergantung pada jumlah porsi dan jenis menu yang dimasak.

Dengan kebutuhan sebesar itu, penggunaan tabung 3 kilogram dinilai tidak realistis. Selain harus sering diganti, hal tersebut justru berpotensi mengganggu kelancaran produksi makanan yang harus selesai tepat waktu.

“Bahkan dengan tabung 12 kilogram saja bisa habis hingga beberapa kali sehari. Kalau menggunakan tabung 3 kilogram tentu akan sangat tidak efisien dan memperlambat proses memasak,” jelasnya.

Saat ini, dapur SPPG Tamansari mengandalkan  tabung LPG 50 kilogram sebagai sumber utama operasional. Selain itu, tersedia juga  tabung LPG 12 kilogram sebagai cadangan untuk memastikan proses produksi tetap berjalan tanpa hambatan.

“Sangat tidak masuk akal jika dapur berskala besar seperti SPPG justru mengambil jatah gas subsidi. Kami justru menjaga agar distribusi LPG 3 kilogram tetap untuk warga yang membutuhkan,” tegasnya.

SPPG Tamansari memastikan seluruh proses pengolahan makanan berjalan profesional, tertib administrasi, serta mendukung program pemenuhan gizi masyarakat tanpa membebani distribusi energi bersubsidi.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dapur program tidak menggunakan gas LPG subsidi dalam bentuk apa pun. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#SPPG #Mbg #lpg #Bondowoso