Radar Ijen — Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso memfokuskan upaya reaktivasi jalur kereta api pada penguatan koordinasi lintas daerah serta sosialisasi kepada masyarakat yang menempati lahan di sepanjang lintasan.
Langkah ini dinilai krusial agar proyek yang telah lama direncanakan tersebut dapat berjalan tanpa hambatan sosial maupun administratif.
Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membangun komunikasi intensif dengan daerah tetangga yang dilalui jalur rel.
Kolaborasi tersebut melibatkan Bondowoso, Situbondo, dan Jember guna menyatukan kebijakan serta dukungan terhadap pengembangan transportasi berbasis rel di kawasan Tapal Kuda.
"Agar kebijakan selaras, tentu masing-masing daerah punya tujuan yang sama," katanya.
Menurutnya, koordinasi antardaerah penting karena reaktivasi jalur kereta api tidak dapat dilakukan secara parsial.
Setiap wilayah harus memiliki kesiapan yang sama, baik dari sisi tata ruang, penataan aset, maupun dukungan masyarakat.
Selain itu, Dishub juga mulai meningkatkan sosialisasi kepada warga yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia.
Sigit menjelaskan, sebagian lahan tersebut saat ini digunakan melalui mekanisme sewa resmi sehingga masyarakat perlu memahami status aset dan rencana pemanfaatannya ke depan.
“Kami sudah melakukan rapat dan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui sosialisasi masih dilakukan secara bertahap, namun respons warga sejauh ini cukup positif.
Mayoritas masyarakat memahami bahwa lahan tersebut merupakan aset negara yang sewaktu-waktu dapat difungsikan kembali sebagai jalur kereta api.
Rencana reaktivasi sendiri telah disuarakan sejak 2011 dan kini telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta program induk perkeretaapian nasional.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek tersebut dapat segera masuk tahap perencanaan teknis dan pelaksanaan.
Sigit berharap sinergi lintas daerah dan dukungan masyarakat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat realisasi reaktivasi jalur kereta api.
Kehadiran kembali transportasi rel diyakini akan meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda. (faq)
Editor : M. Ainul Budi