Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Warga di Bondowoso Gelar Aksi Tolak BoP, Minta Presiden Indonesia Keluar Dari Organisasi Gabungan itu Karena Ini ?

Ilham Wahyudi • Jumat, 13 Februari 2026 | 18:37 WIB
KOMPAK: Puluhan warga di Bondowoso menggelar aksi demonstrasi menolak BoP, kemarin
KOMPAK: Puluhan warga di Bondowoso menggelar aksi demonstrasi menolak BoP, kemarin

DABASAH, Radar Ijen – Puluhan warga yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (Kumail) menggelar aksi damai di Alun-alun RBA Ki Ronggo, Jumat (13/2) sore.

Mereka menyuarakan penolakan terhadap bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP), organisasi yang disebut dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan berorasi menyampaikan keberatan. Salah satu tulisan yang dibentangkan berbunyi, "17 Trilliun dana rakyat dikirimkan ke orang yang ada di Epstein File, Mara Jek Agejek (Ayo jangan bercanda, red),".

Koordinator aksi, Hasan Bin Mustafa Al Hadar, mengatakan pihaknya memahami niat baik Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui forum internasional.

Namun, ia menilai langkah bergabung dengan BoP berisiko menjerumuskan Indonesia. "Tidak mungkin Presiden kita yang bersih, bisa bergabung. Saya ada kekhawatiran Presiden kita tertipu," ungkapnya.

Hasan juga menyoroti kabar pembayaran Rp 17 triliun dana negara untuk bergabung dalam BoP. Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya lebih diprioritaskan untuk kebutuhan rakyat.

Ia mencontohkan kondisi pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disebutnya masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Karena itu, Kumail mendesak pemerintah agar menarik diri dari keanggotaan BoP.

"Bukan harapan, wajib keluar itu. Tapi katanya ada janji, kalau tidak mampu Presiden kita katanya akan keluar," tuturnya.

Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan.

Massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap.

Mereka tampak menyanyikan lagu “Hidup Palestrina”, menginjak bendera Israel dan Amerika, sebelum kembali ke tempatnya masing-masing dengan berjalan kaki. (*)

Editor : M. Ainul Budi
#Presiden #BOP #Demo #Bondowoso