Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya Aspal Drainase Jadi Penentu, Rantas 2026 Fokus Ketahanan Jalan, Begini Kata BSBK Bondowoso

Faqih Humaini • Rabu, 4 Februari 2026 | 18:53 WIB
HARUS DIPERBAIKI: Beberapa jalan wilayah kota saat ini harus diperhatikan.
HARUS DIPERBAIKI: Beberapa jalan wilayah kota saat ini harus diperhatikan.

BADEAN, Radar Ijen – Pemkab Bondowoso menegaskan bahwa perbaikan jalan dalam Program Rantas tahun anggaran 2026 tidak hanya berfokus pada pengaspalan, tetapi juga pada penanganan drainase.

Langkah ini dinilai krusial agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan lebih lama dan tidak cepat rusak.

Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai tahapan awal melalui proses konsultasi dan perencanaan teknis.

Dalam tahapan tersebut, aspek drainase jalan dan irigasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan peningkatan jalan.

“Tahun 2026 ini kami mulai dari proses konsultasi. Penanganan jalan dan irigasi kita rencanakan bersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 2026 BSBK menargetkan penanganan sepanjang 25 kilometer ruas jalan, terdiri dari 20 kilometer pekerjaan reguler dan 5 kilometer pemeliharaan rutin.

Namun, perbaikan badan jalan tersebut akan dibarengi dengan pembenahan saluran drainase agar fungsi jalan bisa optimal.

“Target tetap 25 kilometer, tapi yang utama jalan itu harus awet. Karena itu drainase juga kita perhatikan,” kata Ansori.

Menurutnya, banyak kerusakan jalan dipicu oleh buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan air dan mempercepat kerusakan struktur jalan.

Karena itu, setiap paket pekerjaan akan mempertimbangkan kondisi saluran di sekitarnya.

“Kalau drainasenya tidak berfungsi, sebaik apa pun jalannya pasti cepat rusak,” tegasnya.

Hasil rapat koordinasi bersama Komisi III DPRD Bondowoso juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pembangunan infrastruktur, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Dengan memperbaiki jalan dan drainase secara bersamaan, anggaran yang tersedia diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus memastikan hasil pembangunan benar-benar bertahan lama,” ujarnya.

Ansori menambahkan, Program Rantas merupakan program berkelanjutan yang telah dirancang dalam RPJMD Kabupaten Bondowoso.

Karena itu, penanganan jalan dan drainase akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan setiap tahun.

“Ini program jangka menengah. Kita kejar bukan hanya panjang jalan, tapi kualitas dan ketahanannya,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#BSBK #jalan #aspal #Bondowoso