BONDOWOSO - Ketahanan pangan tak selalu dimulai dari sawah luas.
Di Kecamatan Pakem, ribuan bibit sayur dan buah dibagikan gratis agar pekarangan rumah warga berubah menjadi lumbung hidup, menjawab tantangan ekonomi dan pangan di tingkat akar rumput.
Warga Kecamatan Pakem mendapat suntikan semangat baru untuk mengelola pekarangan rumah.
Sebanyak 9.000 bibit tanaman sayur dan buah-buahan dibagikan gratis untuk ditanam di lahan masing-masing warga, kemarin (30/1).
Bibit tersebut meliputi cabe dan terong masing-masing 4.000 bibit, serta alpukat dan durian sebanyak 1.000 bibit.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, menegaskan seluruh bibit diberikan tanpa pungutan biaya apa pun. “Gratis semua ini,” ungkapnya.
Menurut Mulyadi, program ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sumber pangan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini tindak lanjut SK Bupati, masing-masing OPD diberi satu kecamatan sebagai binaan,” ujarnya.
Gerakan menanam di pekarangan ini juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.
Ia menilai pemanfaatan pekarangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Selain itu, langkah ini disebut sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Tidak menutup kemungkinan, hasil panen dapat dijual ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bisa juga nanti hasil sayurnya untuk bayar PBB. Bisa saja dilarikan kesana muaranya. Tapi ke hulunya untuk ketahanan pangan,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis