RADAR JEMBER - Di tengah keluhan warga soal sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan kuota gas melon sebenarnya dalam kondisi aman.
Bahkan, Pemkab mengaku telah melangkah lebih jauh dengan meminta tambahan kuota ke Pertamina.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menyebut pihaknya telah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan kondisi pasokan.
Hasil koordinasi tersebut, menurutnya, menunjukkan kuota elpiji 3 kilogram masih mencukupi.
“Kemarin sudah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas. Tanggapannya secara kuota aman, namun sepertinya permintaan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab tidak tinggal diam. Agung mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan tambahan kuota elpiji 3 kilogram untuk dua bulan ke depan.
Permintaan itu diajukan secara resmi melalui surat ke Pertamina.
“Kita minta ditambahin ini ke Pertamina, karena banyak orang juga butuh,” katanya.
Pemkab bahkan meminta tambahan kuota hingga dua kali lipat untuk Februari dan Maret.
Dari kuota normal, Pemkab mengajukan penambahan sebesar 100 persen atau setara 1.500 metrik ton per bulan.
“Ini kita minta ditambahin jadi dua kali lipat,” terangnya.
Polres Bondowoso juga memastikan distribusi elpiji berjalan tanpa hambatan. Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke jalur distribusi.
Hasilnya, penyaluran elpiji 3 kilogram dari SPBE Bondowoso ke 10 agen tercatat sebanyak 20.720 tabung per hari. Selain itu, suplai dari Depo LPG Banyuwangi ke Bondowoso mencapai 65.000 kilogram per hari. Pengiriman dari depo tersebut, kata Bobby, dilakukan setiap hari tanpa kendala teknis. “Selama ini tidak ada kendala dalam proses pengiriman,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis