Radar Ijen - Banjir merendam lima desa di Kecamatan Cermee, Minggu (11/1) malam, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
Lima desa terdampak yakni Desa Cermee, Ramban Kulon, Ramban Wetan, Suling Kulon, dan Grujugan.
Dari lima desa itu, kurang lebih ada 875 kepala keluarga terdampak.
Tak hanya pemukiman warga, Kantor Kecamatan Cermee, lembaga pendidikan, pondok pesantren hingga pertokoan di sekitar wilayah Kecamatan Cermee turut digenangi air.
Camat Cermee Rizki Idham Lukmana menjelaskan, banjir dipicu hujan deras yang membuat air di area persawahan meluap ke jalan raya. Genangan air di jalan mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
“Tidak semua rumah air masuk ya. Ketinggian airnya sekitar 30 sampai 40 sentimeter yang di jalan,” terangnya.
Khusus di kawasan Pasar Cermee, banjir diperparah oleh pohon mangga tumbang yang menghambat aliran air dari persawahan di saluran irigasi. Akibatnya, air meluber dan masuk ke pertokoan serta Kantor Kecamatan Cermee.
Meski genangan sempat meluas, Rizki memastikan tidak ada warga yang dievakuasi. Air banjir dilaporkan surut sekitar pukul 22.30 WIB.
Ia juga menegaskan, layanan di Kantor Kecamatan Cermee tetap berjalan normal. Ruangan yang terdampak banjir paling parah hanya rumah dinas, sementara ruang pelayanan publik aman.
“Layanan tetap normal,” tegasnya.
Penanganan awal dilakukan warga secara mandiri dengan membersihkan rumah masing-masing.
Sementara itu, tim gabungan TNI, Polri, Pemdes, BPBD, PMI, dan relawan melakukan normalisasi aliran air di jalan raya.
“Karena tadi sempat macet akibat jalan raya dipenuhi air,” imbuhnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso Tugas Riski Bahana menyebutkan, sekitar 875 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan berat maupun kerugian material signifikan.
“Data masih terus kita proses. Untuk fasilitas umum ada sekolah dan jalan, tadi aspalnya sempat terangkat,” jelasnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara untuk kerugian materil, dia mengaku masih terus melakukan pendataan lebih lanjut. (ham)
Editor : M. Ainul Budi