Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

WADUH! Buruh Kebun di Ijen Bondowoso Bekerja dalam Bayang Ketakutan?

Faqih Humaini • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:58 WIB
BERKUMPUL: Sejumlah pekerja saat melakukan audiensi dengan Forkopimda Bondowoso.
BERKUMPUL: Sejumlah pekerja saat melakukan audiensi dengan Forkopimda Bondowoso.

radar jember - MANAJEMEN PTPN I Regional 5 mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami para pekerja kebun kopi di kawasan Ijen akibat konflik berkepanjangan di wilayah Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Blawan.

Situasi tersebut dinilai telah menciptakan tekanan psikologis serius, karena pekerja tidak lagi dapat menjalankan aktivitas secara normal dan aman.

Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan dan Umum PTPN I Regional 5, R. I. Setiyobudi, menyatakan bahwa para pekerja saat ini berada dalam kondisi tidak nyaman akibat adanya persekusi dari oknum tak dikenal.

“Pekerja kebun kopi di Ijen yang juga merupakan masyarakat sekitar saat ini mengalami kondisi tidak nyaman dalam melakukan aktivitas pekerjaan akibat adanya persekusi dari OTK,” ujarnya.

Menurut Setiyobudi, konflik yang berlangsung sejak 2023 tersebut telah diwarnai berbagai bentuk gangguan keamanan dan perusakan aset negara.

Penebangan tanaman kopi dan penaung, pembakaran rumah dinas serta kendaraan karyawan, hingga perusakan fasilitas kebun disebut menjadi rangkaian peristiwa yang memperkuat rasa takut di kalangan pekerja.

“Situasi ini membuat pekerja merasa tertekan dan khawatir setiap kali menjalankan aktivitas di lapangan,” katanya.

Kondisi diperparah dengan penutupan akses jalan menuju Afdeling Kaligedang dan pendirian posko sejak November 2025.

Setiyobudi menyebut, hambatan akses tersebut tidak hanya mengganggu operasional kebun, tetapi juga berdampak pada rasa aman pekerja.

“Ketika akses dibatasi dan aktivitas terganggu, rasa aman pekerja ikut hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pekerja kebun seharusnya mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugasnya. Hilangnya rasa aman, lanjut Setiyobudi, berdampak langsung pada produktivitas kerja serta kehidupan sosial pekerja dan keluarganya.

“Mereka ingin bekerja dengan tenang, tanpa rasa takut dan tekanan,” imbuhnya.

Dalam kondisi tersebut, manajemen PTPN I Regional 5 menilai penegakan hukum menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.

Setiyobudi menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menghentikan berbagai bentuk gangguan keamanan.

“Kami mendorong penegakan hukum dan pengamanan aset negara agar situasi kembali kondusif,” bebernya.

Setiyobudi berharap langkah konkret segera diambil untuk mengakhiri teror ketakutan yang dirasakan pekerja.

Menurutnya, pemulihan keamanan di kawasan JCE dan Blawan tidak hanya penting bagi keberlangsungan operasional kebun, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga citra Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi yang aman dan berkelanjutan. (faq/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#ptpn #Ijen #Bondowoso