Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BPBD Bondowoso Distribusikan Air Bersih Selama Sebulan Penuh di Desa Ini

Ilham Wahyudi • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:12 WIB
TERBATAS: Petugas BPBD menyalurkan air bersih di wadah yang sudah disiapkan warga Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo.
TERBATAS: Petugas BPBD menyalurkan air bersih di wadah yang sudah disiapkan warga Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo.

KLEKEAN, Radar Ijen - Krisis air bersih di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, mulai terurai.

BPBD Bondowoso menurunkan dua truk tangki, mendistribusikan 10.000 liter air per hari selama sebulan untuk 420 kepala keluarga yang suplai airnya lumpuh, akibat longsor di broncap sumber mata air.

Longsor yang menghantam broncap sumber mata air Desa Klekean bukan hanya merusak infrastruktur.

Ia mematikan aliran air ke ratusan rumah, memaksa warga merebus air hujan demi bertahan. Setelah titik kerusakan ditemukan, BPBD bergerak cepat menurunkan armada bantuan air bersih.

Plt. Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan dropping air dimulai sejak kemarin (4/1), hal tersebut akan berlangsung selama sebulan mendatang, dengan rata-rata suplai 10.000 liter per hari.

"Ada dua truk tangki," ungkapnya.

Selain distribusi air, tim BPBD juga mendatangi langsung titik sumber mata air, yang ambruk tertimbun longsoran.

Tujuannya memastikan kebutuhan perbaikan tak sekadar berbasis laporan. "Kami lihat langsung apa saja yang perlu dilakukan perbaikan," ujarnya.

Akses menuju sumber mata air menjadi tantangan utama operasi.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD, Tugas Riski Bahana, menyebut timnya berjalan kaki sekitar 6 km menyusuri tebing hutan, bersama Dinas Perkim Ciptaru, pemerintah desa, dan kecamatan.

Perbaikan yang dibidik kini makin terang.

Sumber air berada di Desa Penang, dengan kelebihan air dari tandon pasangan batu yang selama ini dialirkan dan ditampung di broncap Klekean—sebelum akhirnya didistribusikan ke enam dusun.

Namun longsor merobohkan bak penampungan utama itu, sekaligus memutus pipa distribusi sepanjang tujuh lonjor. "Broncap ini yang rusak," terangnya.

Kerusakan ini membuat aliran ke enam dusun, termasuk Klekean, Banteng, Banteng Lor, Banteng Kidul, Plampang, dan Sumberwaru terhenti total. Krisis ini memukul 420 kepala keluarga.

Kepala Desa Klekean, Sulatis, menyebut krisis terdeteksi setelah penelusuran panjang ke hulu. "Kita harus jalan kaki, menyusuri tebing kurang lebih 6 km," ujarnya.

Sebelum bantuan datang, warga bertahan dengan skema kombinasi darurat: memasak air hujan untuk minum, sementara sebagian warga usia produktif mengambil air ke sumur bor terdekat, bahkan menimba di bor masjid ketika suplai desa tetangga lebih dekat.

"Untuk sementara warga kombinasi, ada sebagian yang menggunakan air hujan," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#air bersih #BPBD #Bondowoso