Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Musim Hujan Jadi Faktor Utama Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bondowoso?

M. Ainul Budi • Jumat, 2 Januari 2026 | 19:35 WIB

 

BERENDAM: Sejumlah pengunjung saat berendam di kolam air panas Blawan. Air panas Blawan masuk dalam situs geologi pada Ijen Geopark.
BERENDAM: Sejumlah pengunjung saat berendam di kolam air panas Blawan. Air panas Blawan masuk dalam situs geologi pada Ijen Geopark.

radar jember - Memasuki musim hujan, tingkat kunjungan di sejumlah destinasi dibawah naungan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudlora) Bondowoso, tetap mengalami peningkatan.

Namun jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya pada waktu yang sama.

Seperti yang terjadi di Kawah Wurung, hingga pukul sore hari pun jumlah pengunjung di tempat itu mencapai 500 orang lebih. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat, jika tak terjadi hujan deras.

“Banyak yang balik karena hujan, kalau tidak hujan lebih banyak lagi. Ini aja masih terus berdatangan,” kata Angga, koordinat pengelola Kawah Wurung.

Hal yang sama juga terjadi di Pemandian Air Panas Blawan.

Kurang lebih ada 236 pengunjung yang datang. Mereka berasal dari berbagai daerah.

Mulai dari Bondowoso, Jember, Situbondo hingga Surabaya. Pada hari biasa, jumlahnya kurang lebih hanya 23 orang.

“Seharusnya bisa 300 orang lebih, tadi banyak yang kembali,” imbuhnya Abdul Azis, Pengelola wisata itu.

Pria yang akrab disapa Beben juga mengatakan, salah satu alasan wisatawan kembali adalah karena cuaca hujan.

Ditambah kondisi gazebo yang masih dianggap perlu ditambah. “Mungkin mereka lihat karena gak ada tempat berteduh, akhirnya balik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Sri Handayani mengatakan, kondisi hujan yang terjadi di sejumlah destinasi wisata, membuat peningkatan kunjungan menurun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada momen yang sama.

“Lebih banyak pas l8bur natal kemarin, karena liburnya lebih panjang,” ujarnya.

Dia juga menyebut tak ada kenaikan harga tiket selama libur nataru. Tarifnya sesuai dengan peraturan daerah (Perda), yakni Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal. Sementara wisatawan mancanegara Rp 20 ribu.

Yuni juga mengatakan, sebelumnya untuk mengantisipasi pengunjung yang membludak, para pelaku wisata diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, jika diperlukan menambah personil. Khususnya di destinasi yang dianggap rawan, seperti kolam renang.

“Semakin banyak pengunjung, semakin tinggi risikonya kan,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#air panas blawan #Ijen #Bondowoso