RADAR JEMBER - Libur Natal dan tahun baru (Nataru) membawa berkah sekaligus ujian bagi Navara Water Park, wisata pemandian yang ada di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Jambesari Darus Sholah (DS).
Sejak Minggu (21/12) lalu, kolam buatan kebanggaan Bondowoso itu diserbu ribuan pengunjung, dengan puncak lonjakan mencapai 5.000 orang dalam sehari.
Data internal pengelola menyebut, di hari tersebut jumlah wisatawan melonjak hampir delapan kali lipat dibanding hari normal, yang rata-rata hanya 500 hingga 700 pengunjung per hari.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, angka kunjungan konsisten di kisaran 4.000 orang per hari.
"Yang 5.000 pengunjung itu yang pas hari Minggu kemarin," ujar Muhammad Muhlis, owner Navara Water Park.
Lonjakan itu memaksa pengelola mempertebal lini pelayanan.
Dari 36 karyawan tetap, Muhlis menambah 11 pekerja operasional per hari, serta sejumlah tenaga pembangunan untuk perluasan wahana.
Sehingga total pekerja yang disiagakan selama libur Nataru bisa mencapai 90 orang.
Tak hanya soal pelayanan, aspek keselamatan dan kesehatan juga diperkuat.
Navara menggandeng Puskesmas Jambesari DS untuk siaga di lokasi, mengantisipasi kondisi darurat di tengah padatnya wisatawan.
Dari profil pengunjung, Muhlis menyebut 50 persen adalah warga lokal Bondowoso dari 23 kecamatan, sementara sisanya datang dari kabupaten tetangga yang berlibur di Bondowoso.
Sejak dibangun pada 2022 di lahan 2,6 hektar, Navara memang tak sekadar pemandian.
Ia tumbuh menjadi ikon wisata buatan paling komplit di Bondowoso, bahkan menyandang klaim sebagai kolam renang dengan waterboom satu-satunya di kota tape ini.
Adrenalin pengunjung juga dipacu lewat kereta woosh, roller coaster, bombom car, go-cart, hingga kendaraan off road.
Reputasi itu selaras dengan data resmi Disparbudpora.
Hingga November 2025, Navara mencatat 125.520 kunjungan, menempatkannya sebagai destinasi terpopuler kedua di Bondowoso, hanya kalah dari wisata alam Kawah Ijen di posisi pertama.
Dengan capaian itu, Navara layak disebut pemandian non-alam (wisata buatan) paling favorit di Bondowoso, sekaligus bukti bahwa wisata buatan kini jadi penantang serius dominasi wisata alam di daerah ini. Harga tiket hari biasa Rp 15 ribu, sementara spesial Nataru naik menjadi sekitar Rp 20 ribu. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis