Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Klaim Bondowoso Aman Selama Nataru, Toleransi tak Boleh Hanya Jadi Ornamen

Ilham Wahyudi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:35 WIB

MENYELURUH: Anggota Samapta Polres Bondowoso mengecek salah satu gereja di Bondowoso, sebelum umat kristiani mulai melakukan ibadah.(POLRES BONDOWOSO FOR RADAR IJEN)
MENYELURUH: Anggota Samapta Polres Bondowoso mengecek salah satu gereja di Bondowoso, sebelum umat kristiani mulai melakukan ibadah.(POLRES BONDOWOSO FOR RADAR IJEN)

 

RADAR JEMBER - Memasuki Natal 2025 suasana di Bumi Ki Ronggo diklaim aman.

Kemenag mencatat tak ada konflik antarumat beragama sepanjang 2025.

Kondusif, rukun, tanpa hiruk-pikuk tuntutan.

Namun hal itu bukan alasan, untuk jumawa, apalagi lengah.

Kerukunan yang tak bersuara bisa jadi bukan karena semuanya ideal, melainkan karena kritik tak menemukan ruang untuk bergema.

Kepala Kantor Kemenag Bondowoso M Ali Masyhur menekankan, toleransi bukan sekadar spanduk ucapan selamat, melainkan perilaku yang bisa jadi bahan nilai publik tiap hari.

Ia meminta ASN dan PPPK Kemenag jadi etalase teladan, bukan cuma pembaca imbauan.

“Sikap saling menghargai dan toleransi antarumat beragama, menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang damai dan kondusif di Kabupaten Bondowoso,” katanya.

Kunci toleransi harus dipakai, bukan digantung jadi ornamen retorika.

Ali Masyhur pun menutup dengan batasan yang tegas soal kolaborasi pengamanan lintas ormas, tugasnya membantu menjaga, bukan mengatur yang bukan wilayahnya.

“Selama pengamanan itu dilakukan dengan niat yang baik dan penuh tanggung jawab, InsyaAllah tidak akan ada persoalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Polres Bondowoso bergerak di medan yang lebih nyata.

Menjelang Nataru, ketika mobilitas memuncak dan sensitivitas sosial naik kelas, polisi tak memilih menunggu masalah datang, melainkan menyisir potensi sebelum jadi berita duka.

Mereka melakukan sterilisasi dan pengamanan di setiap gereja.

Penyisiran dilakukan sebelum ibadah dimulai, dari ruang utama, halaman, parkir, hingga jalur keluar-masuk jemaat. 

Kasat Samapta Polres Bondowoso AKP Willian Yustaf menyebut, ini bagian dari komitmen perlindungan dan pelayanan, sekaligus penegasan bahwa toleransi dan kerukunan harus punya wujud, bukan sekadar niat.

“Polres terus menjalin sinergi dengan elemen masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan, dan hadir di tengah publik selama rangkaian Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan perayaan Natal, sejumlah gereja tampak dijaga ketat oleh tim gabungan.

Mulai dari Polisi, TNI, Banser hingga anggota Pramuka di Kota Tape. Mereka memastikan umat kristiani dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan apapun. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#nataru #Bondowoso