Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perayaan Natal di Bondowoso, Tim Gabungan Sisir Sudut Gereja Pastikan Umat Kristiani Beribadah dengan Aman

Ilham Wahyudi • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:55 WIB
Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika menyapa salah satu umat Kristiani yang akan melangsungkan ibadah natal di Gereka Kristen Indonesia Bondowoso.
Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika menyapa salah satu umat Kristiani yang akan melangsungkan ibadah natal di Gereka Kristen Indonesia Bondowoso.

BLIBDUNGAN, Radar Ijen - Di Bondowoso, malam Natal bukan hanya soal kidung dan lilin. Ada operasi senyap sebelum altar disentuh jemaat. Polisi, TNI, Satpol PP, dan Banser menebar penjagaan berlapis.

Mereka menyisir sudut-sudut gereja satu jam lebih awal. Memastikan damai Natal benar-benar damai.

Di Jalan Yos Sudarso, Rabu (24/12), suasana Natal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) tampak khidmat. Namun, jauh sebelum 200 jemaat duduk dan menunduk dalam doa, ada ritual lain yang berjalan hening, yakni sterilisasi.

Satu jam sebelum ibadah dimulai, tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP, hingga Banser sudah memasuki gereja. Bukan berjaga di luar dulu, melainkan menyisir ke dalam dulu.

Mereka mengecek setiap sudut gereja, mulai dari kursi, ruang ibadah, lorong, hingga sudut yang jarang disentuh mata jemaat. Semua titik diperiksa. Semua pintu dipastikan bersih dari potensi ancaman.

Model pengamanan ini bukan seremonial, melainkan strategi. Bondowoso tahun ini, jadwal ibadah di tiap gereja berbeda-beda, dan celah keamanan bisa muncul dari detail kecil yang luput.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, menegaskan, ada sekitar 20 personel tim gabungan, yang disebar ke seluruh gereja yang merayakan Natal di Bondowoso malam itu. Mereka bekerja sesuai jam ibadah masing-masing gereja.

"Semua gereja yang melaksanakan ibadah sesuai dengan jadwal ibadah, kita sudah turunkan anggota untuk melaksanakan pengamanan," terangnya dikonfirmasi saat meninjau Gereja Kristen Indonesia, di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bondowoso.

Sterilisasi, lanjut dia, menjadi pembuka pengamanan. Sebelum jemaat masuk, sebelum lilin dinyalakan, sebelum lagu dinyanyikan.

“Ia menerangkan sterilisasi sudah dilaksanakan di setiap gereja yang akan mulai melaksanakan ibadah. Pihaknya dahului pengamanan dengan sterilisasi.”
"Setelah sterilisasi diserahkan kepada pengamanan internal," imbuhnya.

Di GKI, pengamanan internal pun siaga. Namun, tanggung jawab utama ada pada satu jam pertama – jam ketika gereja masih kosong, tapi keamanan sudah penuh.

Sementara itu, Majelis Jamaah GKI, Sudarto, menyebut ada sekitar 200 jemaat yang hadir mengikuti perayaan Natal. Perayaan dan ibadah dipisah dalam dua hari. "Hari ini kita perayaan Natal, besok ibadahnya," ujarnya.

Tema yang diangkat GKI tahun ini adalah menyambut Natal untuk semua harapan, membawa pesan persatuan dan kemuliaan di masa depan.

“Ia menerangkan tahun ini GKI mengangkat tema natal yakni menyambut Natal untuk semua harapan. Dengan harapan semua jemaah bosa bersatu untuk kemuliaan di tahun-tahun depan.”

Malam itu, doa di GKI tidak berhenti di Bondowoso. Ada duka jauh yang turut diselipkan dalam doa syafaat. Jemaat mendoakan korban bencana di Sumatera dan Aceh, tradisi doa yang rutin mereka panjatkan setiap Minggu.

"Ada di doa syafaat nanti Pak. Iya, untuk Sumatera dan Aceh memang ada. Setiap minggu kita doakan itu," pungkasnya. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#Natal #pengamaan natal #polisi #Gereja #Bondowoso