RADAR JEMBER – Dalam cuaca yang tidak bersahabat, Tim Badan Geologi kembali menembus hujan deras dan medan terjal Puncak Ijen, demi memperbaiki stasiun repeater seismik dan Global Positioning System (GPS) yang menjadi tulang punggung pengamatan Gunung Raung. Perbaikan dilakukan setelah perangkat vital itu kembali menunjukkan gangguan.
Ketua PPS Pengamatan Gunung Raung, Tri Agung Subekti mengatakan, masalah muncul pada solar panel stasiun, tepatnya kerusakan pada klem-klem pipa yang sudah keropos akibat terus-menerus digempur asap belerang dari Kawah Ijen.
“Klem-klem pipa sudah berkarat, semua diganti,” ujarnya.
Dia menilai meneruskan Data Kegempaan Stasiun repeater di Puncak Ijen merupakan salah satu komponen paling strategis, dalam rantai pemantauan Gunung Raung.
Alat ini bertugas meneruskan sinyal data dari stasiun seismik dan GPS SWRG di Kecamatan Sumberwringin, serta stasiun Mlaten di Kecamatan Ijen, sebelum akhirnya tiba di Pos Pengamatan Gunung Raung.
“Kalau repeater bermasalah, data ke Pos Raung bisa terputus. Pengamatan ikut terhambat,” jelasnya.
Karena itu, meski hujan mengguyur lereng Ijen sepanjang pagi, tim tetap memutuskan naik.
Mereka membawa suku cadang dan peralatan teknis, lalu mendaki menuju lokasi yang berada di ketinggian ekstrem.
“Mau tidak mau harus berangkat, ini menyangkut keselamatan banyak orang,” imbuhnya.
Perbaikan di Puncak Ijen ini merupakan yang kedua dalam pekan yang sama.
Empat hari sebelumnya, Badan Geologi juga melakukan perawatan pada perangkat Stasiun Seismik dan GPS di Desa/Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso.
Stasiun yang berada di ketinggian 1.173 mdpl tersebut sempat kehilangan sinyal sehingga data tidak terbaca di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
Secara keseluruhan, ada lima stasiun seismik dan GPS yang memantau aktivitas Gunung Raung. Perannya sangat krusial.
Mulai dari Seismik merekam getaran-getaran kegempaan, termasuk tanda awal jika magma mulai naik.
Serta GPS vulkanik, memonitor penggembungan atau pengempisan tubuh gunung, indikator yang tak kalah penting dalam membaca tekanan magma di dalam dapur Raung. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis