DABASAH, Radar Ijen - Pemkab Bondowoso mulai menyusun langkah strategis, untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tertera dalam APBD 2026.
Salah satu fokus utama adalah program intensifikasi pendapatan yang kini tengah disiapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan Pemkab saat ini melakukan inventarisasi potensi sekaligus penajaman strategi peningkatan PAD.
Mereka melakukan upaya untuk mendorong peningkatan PAD, dengan menyasar sejumlah objek pajak.
“Fokusnya lebih pada intensifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.
Selain mengoptimalkan sumber PAD yang sudah ada, Pemkab juga menindaklanjuti rencana kerja sama dengan Perhutani.
Kerja sama tersebut mencakup potensi pendapatan dari sektor-sektor berdaya jual tinggi, terutama pariwisata dan pengelolaan lahan.
“Untuk hasil hutan, nanti kita akan melakukan MoU dengan Perhutani. Saat ini sedang dipelajari dan akan dilakukan survei bersama ke lapangan,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung dana bagi hasil listrik dari PT Medco yang sebelumnya ditargetkan mencapai Rp 1,7 miliar setiap tiga bulan.
Namun, mekanisme sharing profit tersebut dipastikan tidak bisa direalisasikan pada tahun ini.
“Belum. Kita mendapat gambaran bahwa jadwalnya mundur. Kelihatannya tahun ini belum,” tegasnya.
Meski demikian, Pemkab optimistis realisasi dana bagi hasil tersebut bisa dilakukan pada akhir 2025. Meski belum ada gambaran detail, terkait hal tersebut. “Informasi yang ada baru terkait pengunduran jadwal dana bagi hasil produksi listrik,” ucapnya.
Dana yang nantinya masuk akan diarahkan untuk mendukung Program Infrastruktur Tuntas (Rantas) serta program lain yang bersifat mandatory.
Penyesuaian anggaran juga akan dilakukan sesuai kebutuhan dan postur APBD.
“Akan ada penyesuaian-penyesuaian termasuk program prioritas, terutama yang bersifat mandatory. Postur dan struktur anggarannya nanti bisa diamati dan dilihat,” imbuhnya.
Dengan kombinasi intensifikasi PAD, kerja sama lintas sektor, dan penyelarasan program strategis, Pemkab Bondowoso berharap target pendapatan tahun anggaran 2026 dapat tercapai sekaligus menopang pembangunan daerah secara lebih optimal. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi