Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gara-gara Keterbatasan Anggara, pemkab Bondowoso Hanya Sentuh Enam Titik Pelayanan Kesehatan Ternak

Ilham Wahyudi • Kamis, 27 November 2025 | 12:47 WIB

MELIMPAH: Sejumlah peternak membawa sapi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan untuk hewan di Desa Bajuran beberapa waktu lalu.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
MELIMPAH: Sejumlah peternak membawa sapi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan untuk hewan di Desa Bajuran beberapa waktu lalu.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Upaya memperkuat sektor peternakan rakyat kembali digencarkan.

Pemkab Bondowoso menunjukkan komitmen serius melalui rangkaian pelayanan kesehatan ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga pengembangan teknologi reproduksi yang dikemas dalam pelayanan langsung di tingkat desa.

Kepala Disnakkan Bondowoso Hendri Widotono mengatakan, pelayanan kesehatan hewan menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu peternak tetap produktif dan sehat.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran membuat layanan fisik belum bisa menjangkau seluruh desa “Karena keterbatasan anggaran, tahun ini kami hanya bisa menyentuh 6 titik atau sekitar 600 ekor ternak,” ujarnya.

Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa pemerataan pelayanan tetap menjadi komitmen Disnakkan.

Pemerintah, tidak hanya hadir lewat pengobatan ternak, namun juga membawa strategi penguatan sektor peternakan yang lebih luas.

Di sektor produksi pangan, Hendri menyampaikan, pemerintah juga tengah menyiapkan penguatan rantai pasok protein hewani, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Salah satu program prioritas adalah pengembangan ayam petelur di Bajuran sehingga desa mampu menjadi pemasok rutin kebutuhan telur. 

“Bupati juga meminta agar aset-aset peternakan yang ada segera diaktifkan kembali. Termasuk mendorong pemanfaatan Inseminasi Buatan (IB) pada kambing,” jelasnya.

Selain penguatan produksi ayam, Hendri menyoroti potensi besar kambing Etawa yang tersebar di wilayah Bondowoso.

Selama ini, komoditas tersebut lebih dikenal dari sisi produksi susu. Namun ke depan, kualitas dagingnya juga akan dikembangkan agar nilai ekonominya meningkat.

Sementara itu, Kepala Desa Bajuran, Eksan mengatakan, perhatian Pemkab dan pendampingan Disnakkan Bondowoso membuat peternak lebih percaya diri untuk terus menambah populasi ternak.

“Puskeswan Kecamatan Cermee sejauh ini sangat responsif.

“Setiap ada gejala penyakit seperti PMK, Puskeswan langsung turun ke kandang warga. Penanganan cepat ini sangat membantu,” pungkasnya. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#Pemkab Bondowoso #Pemeriksaan Hewan Ternak