Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Biasakan Realfood Sejak Dini, Ini Kata Tim Kesehatan Bondowoso

Faqih Humaini • Selasa, 25 November 2025 | 11:53 WIB

CONTOH BAIK: Salah satu contoh makanan yang sehat dengan berbagai sajian lengkap. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
CONTOH BAIK: Salah satu contoh makanan yang sehat dengan berbagai sajian lengkap. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

RADAR JEMBER – Tantangan membuat anak menyukai makanan sehat kerap membuat banyak orang tua kuwalahan.

Namun ternyata, solusi sebenarnya justru kembali pada pola asuh dan kebiasaan yang dibangun di rumah.

Hal itu menjadi contoh utama bagi anak agar terhindar dari makanan yang tidak sehat.

Direktur Rumah Sakit Cahya Medika (RSCM) Bondowoso, dr. Amanda Cahya Yanuartika menjelaskan, parenting memegang peranan besar dalam membentuk selera makan anak.

Bukan sekadar memilih menu, tetapi bagaimana orang tua menghadirkan pengalaman makan yang positif.

“Anak belajar dari melihat. Apa yang dimakan orang tua, itu yang mereka tiru. Jadi kalau ingin anak suka sayur, pastikan ayah-ibunya juga memberi contoh,” ujarnya.

Menurut dr. Amanda, salah satu prinsip dasar parenting dalam pengasuhan gizi adalah mengenalkan realfood—makanan utuh dan minim proses—sejak dini.

Realfood seperti sayur, buah, ikan segar, telur, dan kacang-kacangan menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak untuk tumbuh optimal, baik secara fisik maupun kognitif.

Ia menilai banyak anak yang sulit makan sayur bukan karena tidak suka, melainkan karena sejak kecil lebih dulu mengenal makanan yang terlalu gurih, manis, atau berpenyedap.

“Begitu lidah terbiasa dengan rasa kuat, makanan alami terasa hambar. Maka penting sekali membiasakan rasa asli sejak bayi,” jelasnya.

Meski begitu, dr. Amanda memahami tidak semua orang tua mudah mengubah kebiasaan.

Faktor lingkungan, terutama di sekolah yang penuh jajanan cepat saji, seringkali membuat anak tergoda.

“Peran orang tua adalah mengarahkan, bukan memaksa. Kalau anak suka sosis, buatkan versi sehat di rumah. Pelan-pelan saja,” sarannya.

Ia juga mendorong orang tua menciptakan ritual makan keluarga yang menyenangkan.

Tampilan makanan yang menarik, seperti sayur dibuat bentuk lucu atau buah disusun menjadi sate, dapat membuat anak lebih berani mencoba.

Bahkan, melibatkan anak menyiapkan bekal diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus minat mereka terhadap makanan sehat.

“Parenting yang baik bukan hanya soal mengatur, tapi memberi teladan. Pola makan sehat tidak dibangun sehari, tapi dari kebiasaan kecil yang konsisten,” pungkasnya. (faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#realfood #Bondowoso