Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Alun-alun Bondowoso Sering Tergenang Air Saat Dilanda Hujan Deras

Ilham Wahyudi • Rabu, 19 November 2025 | 12:09 WIB

MENGGENANG: Kondisi alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso hampir selalu tergenang pasca hujan turun.(SANDY)
MENGGENANG: Kondisi alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso hampir selalu tergenang pasca hujan turun.(SANDY)

radarjember.id - Setiap kali hujan turun, Alun-alun Raden Ki Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo Bondowoso hampir selalu berubah wujud.

Rumputnya tenggelam, jalurnya lenyap, dan genangan meluas seperti kolam raksasa.

Pemandangan ikonik kota itu pun viral saban musim penghujan dan untuk kesekian kalinya, pemerintah dipaksa menjawab, sudah waktunya dibongkar total.

Alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso kembali menuai sorotan publik setelah tampil bak kolam setiap kali diguyur hujan.

Fenomena yang berulang dan viral di media sosial itu akhirnya dijawab tegas oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso, persoalan ini tak bisa lagi ditangani dengan perawatan seadanya.

Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati DLH Bondowoso, Syahrial Fary, menegaskan akar persoalan bukan pada saluran air, melainkan kondisi tanah yang sudah kehilangan kemampuan serap.

Menurutnya, daya serapnya lambat. Serapannya ada, tapi lemah.

“Ditambah kontur alun-alun yang memang terlalu rendah dan cekung, sehingga air otomatis mengumpul di situ,” jelasnya.

Upaya yang pernah dilakukan, seperti penggantian biopori, terbukti tak mampu menahan permasalahan.

Tahun lalu sudah ganti biopori.

Dua sampai tiga bulan, sudah menurun lagi fungsinya. “Itulah kenapa harus dirombak total,” ucapnya.

DLH telah merampungkan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi, yang memuat kebutuhan biaya.

Berdasarkan hitungan awal, nilainya menembus Rp 20 miliar.

“Prediksi saya sekitar 20 miliar untuk merombak total. Kalau hanya separuh-separuh, tidak menyelesaikan akar masalah,” ujarnya.

Revitalisasi akan menyentuh banyak aspek, mulai dari pergantian rumput, pembenahan landscape, redesain drainase, hingga perbaikan fasilitas yang kini banyak rusak. 

Syahrial mengakui, pelaksanaan revitalisasi besar ini masih terganjal kemampuan fiskal daerah.

Selain menyesuaikan prioritas bupati, penataan kawasan juga beririsan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati area alun-alun.

“Tapi karena berbagai pertimbangan, kebijakan berjalan seperti sekarang. Itu juga ikut mempengaruhi proses perbaikan fasilitas,” katanya.

Dalam PAPBD tahun ini, DLH hanya bisa mengerjakan perbaikan kecil seperti pembenahan area parkir barat, pemasangan lampu baru, hingga renovasi tulisan “Alun-alun Raden Bagus Asra”.

Namun pekerjaan tidak maksimal karena aktivitas PKL masih berlangsung. (ham/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#alun-alun #tergenang air #Bondowoso