radarjember.id - Memasuki periode intensitas hujan yang mulai meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan monitoring kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir, kemarin(16/11).
Kegiatan dimulai dengan penyisiran aliran sungai dan pengecekan Early Warning System (EWS) di Kecamatan Ijen.
Tim BPBD menelusuri afur aliran sungai yang menghubungkan Desa Sempol hingga Desa Kalianyar.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada sumbatan yang berpotensi menyebabkan luapan air ketika hujan deras terjadi.
Plt Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto, mengatakan bahwa pengecekan lapangan merupakan langkah penting dalam mitigasi bencana.
“Kami ingin memastikan seluruh instrumen berjalan baik. Kondisi sungai dan EWS harus benar-benar siap, karena cuaca beberapa hari terakhir mulai menunjukkan peningkatan curah hujan,” ujarnya.
Selain menelusuri aliran sungai, tim juga melakukan pengecekan EWS banjir di Desa Sempol.
Kristianto menegaskan bahwa fungsi sistem peringatan dini menjadi sangat vital untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat ketika elevasi air meningkat.
“EWS ini tidak boleh ada gangguan sedikit pun. Kalau ada kendala, kami langsung lakukan perawatan,” katanya.
Petugas juga membersihkan vegetasi yang tumbuh di sekitar sensor ketinggian air EWS di Desa Kalianyar.
Vegetasi yang menutup sensor bisa mengurangi akurasi pembacaan alat, sehingga perlu dilakukan pembersihan rutin.
Kristianto menambahkan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
“Kami tidak ingin hanya reaktif ketika bencana datang. Upaya preventif seperti ini harus diperkuat agar risiko bisa ditekan,” tegasnya.
BPBD Bondowoso juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta segera melapor jika melihat potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan warga adalah kunci,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis