radarjember.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosari, Rabu sore (5/11) membuat tanah di belakang rumah Akmar, warga Dusun Kenangaan, Desa Sumber Kalong tiba-tiba ambles.
Dalam hitungan detik, ruang dapur mengalami longsor dan hanyut ke sungai di belakang rumah.
Saat kejadian, Akmar tengah duduk sendirian di ruang tamu.
Hujan turun lebat disertai kilat dan petir.
Rumahnya berguncang seperti diguncang gempa. Lantai di dapur mulai retak, lalu ambruk seketika.
“Saya hanya sempat menarik tabung gas melon. Yang lain tidak sempat saya selamatkan,” tuturnya dengan wajah masih pucat.
Berbagai peralatan dapur seperti meja, rice cooker, hingga perabotan masak langsung terseret ke aliran sungai.
Meski begitu, Akmar bersyukur tak ada anggota keluarga yang menjadi korban.
Kepala Desa Sumberkalong Suhkrawi menjelaskan, dapur rumah yang longsor memiliki lebar 2 meter, panjang 6 meter, dan tinggi 4 meter.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 7,5 juta.
“Pemilik rumah memilih tidak mengungsi karena masih punya tempat aman untuk ditinggali,” jelasnya.
Suhkrawi juga mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini.
Pihak desa berencana menggelar kerja bakti membersihkan selokan dan aliran air.
“Gotong royong penting untuk mencegah bencana serupa. Jangan biarkan saluran air tersumbat,” katanya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bondowoso Bagoes Heri Syahputra mengatakan, tim langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan dari warga untuk melakukan asesmen.
“Tidak ada korban jiwa. Diduga kuat longsor dipicu hujan intensitas tinggi,” ujarnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis