Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Petani Bondowoso Sambut Positif Penurunan Harga Pupuk 20 Persen, Zulhas: Kita bisa bangun satu pabrik baru tiap tahun tanpa menambah anggaran 

Faqih Humaini • Rabu, 5 November 2025 | 20:28 WIB
MENJELASKAN: Menko Bidang Pangan Zulhas jelaskan penurunan harga pupuk subsidi (FAWIH/RJ)
MENJELASKAN: Menko Bidang Pangan Zulhas jelaskan penurunan harga pupuk subsidi (FAWIH/RJ)

BONDOWOSO, Radar Jember — Kabar turunnya harga pupuk hingga 20 persen disambut antusias para petani di Kabupaten Bondowoso.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Taman, Kecamatan Bondowoso, Rabu (5/11).

Kunjungan kerja Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan  dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar hingga ke tingkat petani desa.

Dalam agenda tersebut, ia meninjau kios pupuk UD Jaya Mandiri dan mendengarkan langsung keluhan serta harapan petani Bondowoso terkait ketersediaan pupuk menjelang musim tanam.

“Pupuk Indonesia sudah menurunkan harga pupuk 20 persen di seluruh Indonesia, baik urea, NPK, maupun jenis lainnya,” tegas Zulhas di hadapan petani.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan hangat dari peserta yang hadir, menandakan harapan baru bagi produktivitas pertanian di daerah.

Menurut Zulhas, kebijakan ini merupakan hasil dari perubahan sistem bisnis Pupuk Indonesia dari cost plus menjadi market to market.

Dengan sistem baru tersebut, harga tidak lagi ditentukan oleh besarnya biaya produksi, tetapi menyesuaikan mekanisme pasar yang lebih efisien dan transparan.

“Efisiensi ini bisa membuat harga pupuk hemat hingga 20 persen tanpa menambah beban subsidi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penghematan ini akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperkuat sektor produksi nasional.

“Kita bisa bangun satu pabrik baru tiap tahun tanpa menambah anggaran. Subsidi hemat, produksi tetap meningkat,” katanya.

Kebijakan ini juga disebut sejalan dengan instruksi Presiden agar BUMN menjadi lebih produktif, efisien, dan menguntungkan.

 

Zulhas turut menyinggung capaian positif sektor pertanian nasional yang kini mulai menunjukkan hasil.

Ia menyebut, jika pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia masih mengimpor beras hingga 4,5 juta ton, tahun ini justru mengalami surplus 4,77 juta ton.

“Ini bukti kerja keras petani dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada produksi dalam negeri,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Zulhas berpesan agar semangat petani Bondowoso tetap terjaga.

“Pemerintah ingin memastikan pupuk tersedia, harga terjangkau, dan hasil panen meningkat. Kalau petani sejahtera, negara pasti kuat,” tandasnya.

Rembuk Tani Bondowoso pun menjadi ajang penting untuk memperkuat komunikasi langsung antara pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (faq)

 

 

Editor : M. Ainul Budi
#zulhas #Pemkab Bondowoso #Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan #menko bidang pangan #zulkifli hasan (zulhas) #Bondowoso