Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bisa Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Kabupaten Bondowoso, Sinergitas Faktor Kunci Suksesnya Proyek Nasional Reaktivasi Jalur Kereta

Faqih Humaini • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:10 WIB

 

MASIH MANGKRAK: Kondisi jalur kereta Bondowoso yang belum sepenuhnya dilakukan sterilisasi hingga saat ini. Sedangkan rencana reaktivasi jalur kereta sudah dibocorkan oleh DJKA.
MASIH MANGKRAK: Kondisi jalur kereta Bondowoso yang belum sepenuhnya dilakukan sterilisasi hingga saat ini. Sedangkan rencana reaktivasi jalur kereta sudah dibocorkan oleh DJKA.

BLINDUNGAN, Radar Ijen – Beberapa waktu lalu tiga kepala daerah di wilayah Tapal Kuda sepakat mempercepat reaktivasi jalur kereta api Kalisat–Panarukan.

Kesepakatan tersebut menjadi babak baru kerja sama lintas daerah antara Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Program strategis nasional yang sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) itu diyakini akan menjadi katalis penggerak ekonomi kawasan.

Jalur rel sepanjang sekitar 79 kilometer tersebut akan menghubungkan tiga kabupaten dengan potensi ekonomi yang berbeda namun saling melengkapi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyebut sinergi antardaerah menjadi faktor kunci agar proyek reaktivasi berjalan cepat dan tepat. Ia menegaskan, ketiga kepala daerah sudah menjalin komunikasi intens dan berkomitmen untuk mempercepat realisasi jalur yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Ketiganya sudah sepakat dan siap mempercepat proses reaktivasi. Dengan kerja sama lintas daerah, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama agar jalur ini kembali hidup,” ujarnya.

Menurut Fathur, keberadaan jalur Kalisat–Panarukan akan membuka akses ekonomi baru di kawasan pegunungan dan pesisir utara Jawa Timur.

Ia menilai, transportasi massal berbasis rel kini menjadi kebutuhan utama dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat arus logistik hasil bumi dan industri.

“Transportasi berbasis rel itu efisien, murah, dan ramah lingkungan. Jalur lama ini bukan sekadar sejarah, tapi peluang baru untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di Tapal Kuda,” jelasnya.

Meski begitu, Fathur tidak menampik adanya tantangan sosial di sejumlah titik padat penduduk yang kini berdiri di atas lahan milik KAI.

Namun, ia menegaskan penyelesaian akan dilakukan dengan pendekatan dialogis dan persuasif, tanpa mengabaikan hak masyarakat.

“Pemerintah akan menempuh cara yang baik dan manusiawi. Dengan komunikasi yang terbuka, kami optimistis reaktivasi ini berjalan lancar,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #Jember #bupati bondowoso #reaktivasi jalur KA #Yusuf Rio Wahyu Prayogo #situbondo #panarukan #Bondowoso