Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso terus Dorong Pertanian di Kota Tape Masuk Era Modern, Ingin Petani Tak Bergantung kepada Cara Tradisional Saja

Ilham Wahyudi • Selasa, 21 Oktober 2025 | 02:35 WIB
BERINOVASI: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melihat sejumlah alat pertanian yang akan diserahkan pada kelompok tani. (KOMINFO)
BERINOVASI: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melihat sejumlah alat pertanian yang akan diserahkan pada kelompok tani. (KOMINFO)

NANGKAAN, Radar Ijen - Di tengah upaya Bondowoso menegaskan diri sebagai salah satu lumbung pangan di tapal kuda, Bupati Abd Hamid Wahid kembali turun langsung ke lapangan.

Bukan sekadar seremoni, tapi dorongan nyata untuk membawa pertanian daerah masuk ke era modern.

Lahan-lahan pertanian di Bondowoso bakal makin produktif. Bupati Abd Hamid Wahid menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani di halaman Dinas Pertanian, Senin (20/10).

Bukan hanya bantuan biasa. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Bondowoso dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendukung sektor pertanian, khususnya untuk mempercepat modernisasi pertanian,” ujar Bupati Hamid.

Ia menegaskan, pemerintah ingin agar petani tidak lagi bergantung pada cara-cara tradisional.

Dengan bantuan alsintan, petani diharapkan mulai beralih ke teknologi tepat guna untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi.

Hal tersebut dianggap dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani lokal.

Dari data Dinas Pertanian, terdapat tujuh jenis alsintan yang dibagikan, antara lain pompa air, cultivator, hand sprayer, sepeda motor roda tiga, mesin perajang, genset kecil, dan pulper. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada 68 kelompok tani di berbagai kecamatan.

“Pertanian adalah tulang punggung perekonomian lokal kita. Karena itu, kami ingin memastikan para petani memiliki akses yang lebih baik terhadap sarana pertanian,” jelasnya.

Menurut Ra Hamid, dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana, tapi juga mencakup pendampingan, pelatihan, dan akses terhadap teknologi pertanian modern.

Dengan begitu, Bondowoso diharapkan mampu menghasilkan komoditas unggul yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

“Semoga dapat menjawab sebagian persoalan agribisnis, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di daerah kita tercinta,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#alsintan #Abdul Hamid Wahid #Bondowoso