BLINDUNGAN, Radar Ijen - Pemerintah Bondowoso resmi meluncurkan 219 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari gerakan nasional pembentukan 80.000 koperasi yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto.
Program ini disebut sebagai strategi konkret membangkitkan ekonomi rakyat dari desa.
Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, menyebut peluncuran tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan ekonomi kerakyatan.
“Ini bukan sekadar peluncuran koperasi, tapi kebangkitan ekonomi dari desa, oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujarnya dalam sambutan, kemarin (21/7).
Peluncuran digelar secara hybrid, diikuti secara serentak di seluruh Indonesia dan disaksikan langsung oleh unsur Forkopimda Bondowoso, jajaran OPD, aparat keamanan hingga tokoh masyarakat.
Pemerintah daerah juga menggandeng kementerian dan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pendampingan koperasi.
Ra Hamid menegaskan, koperasi akan menjadi jembatan bagi masyarakat desa untuk mengakses modal, pelatihan, hingga jaringan pasar yang lebih luas.
“Dengan koperasi, produk-produk lokal akan naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” tambahnya.
Bondowoso dipilih sebagai salah satu daerah pelopor karena dinilai memiliki potensi ekonomi desa yang besar, terutama dari sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Koperasi diyakini bisa menjadi solusi terhadap permasalahan mendasar seperti lemahnya akses modal dan kurangnya nilai tambah hasil produksi desa.
Bupati juga mengajak kepala desa, camat, hingga pemuda desa untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam gerakan ini.
Ia meminta seluruh elemen desa turut aktif membentuk dan mengelola koperasi secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kalau ini kita kelola dengan sungguh-sungguh, koperasi bukan hanya alat distribusi ekonomi, tapi menjadi alat perjuangan rakyat desa untuk berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi