DABASAH, Radar Ijen - Gejolak mulai terjadi di tubuh organisasi Koperasi Merah Putih.
Beberapa pengurus dikabarkan mengundurkan diri.
Meski belum diumumkan secara resmi, pengunduran diri itu diduga berkaitan dengan dinamika internal yang makin meruncing.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen menyebutkan, setidaknya ada tiga orang yang sudah mengusulkan diri untuk keluar dari struktur.
Salah satu alasannya adalah tak kunjung bekerja, serta tak ada informasi lebih lanjut.
Diketahui saat ini, dari 209 desa di Bondowoso, sudah membentuk koperasi merah putih.
Mereka sudah mendapatkan akta pendirian dari Kemenkumham, namun mereka harus menyelesaikan syarat administrasi lainnya, sebelum dapat beroperasi.
Rencananya Koperasi Merah Putih akan diluncurkan secara serentak pada 19 Juli mendatang.
Salah seorang pengurus yang mengundurkan diri, M mengatakan, dirinya mengusulkan diri untuk mundur sebagai pengurus, karena tak kunjung mendapat kepastian, apa yang harus dilakukan dalam organisasi tersebut.
“Dari Musdes hingga saat ini, tak ada kegiatan koperasi yang bisa kami jalankan,” imbuhnya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kabid Koperasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso Navi Setiawan.
Dia mengatakan, ada sejumlah orang yang mengusulkan diri untuk mundur. Namun, hingga saat ini mereka tetap diminta untuk terlibat.
“Proses di badan hukum kemarin agak sulit, karena orangnya gak mau,” tuturnya.
Jika salah satu pengurus mundur, maka harus dilakukan musyawarah desa (Musdes) ulang, untuk menentukan pengurus baru.
Salah alasan pengurus meminta mundur, menurutnya karena takut tersandung persoalan hukum.
“Saya kira pemikiran itu, pemikiran personal,” ucapnya.
Meski mengajukan mundur, namun para pengurus itu disarankan untuk tetap bertahan menjadi pengurus koperasi merah putih, hingga diluncurkan dalam beberapa waktu mendatang.
Jika mundur sebelum diluncurkan, maka harus dilakukan musdes ulang.
“Nanti bisa diganti, melalui mekanisme pergantian antar waktu,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi