Berdasarkan laporan dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, serta Pos pengamatan Gunung Api Raung. Erupsi Gunung Raung kemarin terjadi pada pukul 06.28 WIB, dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara.
Kepala Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Dian Nasrullah, mengatakan, di desanya ada dusun yang jaraknya hanya sekitar 5 KM menuju puncak Gunung Raung. Yakni dusun Margasari RT 40 RW 06. Di tempat itu ada 83 kepala keluarga atau sekitar 143 jiwa.
Hingga kemarin, mereka semua masih bertahan di dusun karena belum ada keluhan adanya abu vulkanik. Meski warga selalu mendengar gemuruh. Namun aktivitas tetap dilakukan seperti biasanya. "Gemuruhnya terdengar di sana, tapi abunya tak kesana," terangnya.
Dari bencana tersebut, BPBD Bondowoso mendapat bantuan logistik dan peralatan dari BPBD Provinsi jatim sebanyak dua truk. Bantuan tersebut dipersiapkan oleh BPBD Bondowoso untuk 5 kecamatan yang masuk data berpotensi terdampak jika letusan Gunung Raung besar.
Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Bondowoso, Tugas Risky Bahana mengatakan, memastikan stok berbagai kebutuhan logistik dan peralatan seperti tenda, velbed dan lainnya di Gudang BPBD juga aman.
Semuanya, dilakukan sebagai bentuk kesiap siagaan di tengah erupsi Gunung Raung yang terus menerus. Meskipun, sampai saat ini belum ada laporan kenaikan level atau pun kerusakan akibat erupsi yang terjadi terus menerus. "Kalau terjadi apa-apa minimal sudah ada barang yang dibutuhkan," pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Hafid Radar Jember