Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL! Tradisi Asatan di Bendungan Paling Besar di Bondowoso Ini Ternyata Masih Ada, Puluhan Warga Kembali Padati Sampean Baru

Ilham Wahyudi • Sabtu, 31 Mei 2025 | 14:50 WIB
SEADANYA: Puluhan warga berupaya mencari ikan di saluran irigasi Bendungan Sampen Baru dengan alat yang mereka bawa siapkan, beberapa hari lalu.
SEADANYA: Puluhan warga berupaya mencari ikan di saluran irigasi Bendungan Sampen Baru dengan alat yang mereka bawa siapkan, beberapa hari lalu.

TAPEN, Radar Ijen – Suara gemericik air yang surut dan sorakan warga membelah suasana.

Di tengah saluran irigasi yang menyusut drastis, puluhan warga menunduk, menyisir aliran air di Bendungan Sampean Baru.

Bukan tanpa tujuan, mereka sedang berburu ikan, memanfaatkan momen langka yang dikenal dengan sebutan asatan, (29/5).  

Asatan bukan sekadar peristiwa teknis penggelontoran lumpur dari saluran irigasi.

Bagi warga Tapen dan sekitarnya, ini adalah tradisi, bahkan hiburan rakyat yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Meski kali ini bukan bendungan utama yang dibuka, tetap saja warga tak ingin melewatkan kesempatan berburu ikan gratis.

“Kalau bendungan besar yang di-flushing, yang datang bisa ratusan. Ini hanya irigasi, tapi ya tetap ramai,” kata Waris, warga Kalitapen, sambil menenteng jaring kecil berisi beberapa ekor ikan wader dan nila.

Air yang surut membuat ikan-ikan yang biasanya bersembunyi di dasar irigasi muncul ke permukaan, berenang terombang-ambing dalam lumpur.

Bagi warga, ini waktu emas untuk mendapatkan ikan.

Mereka datang dengan peralatan seadanya, seperti ember, serok, bahkan tak jarang yang datang dengan tangan kosong, demi membawa pulang lauk segar hasil tangkapan sendiri.

Di tepian saluran, anak-anak tertawa, orang tua bersahutan memberi aba-aba.

Ada yang tercebur, ada pula yang pulang lebih dulu karena puas dengan hasil tangkapan.

“Dapatnya sedikit, tapi sensasinya yang mahal,” lanjut Waris, tersenyum lebar meski bajunya basah oleh lumpur.

Petugas Bendungan Sampean Baru, Supandi menjelaskan kegiatan kali ini bukanlah asatan besar di bendungan induk.

Melainkan flushing di area irigasi. Tujuannya menghilangkan endapan sedimen yang mulai menebal.

“Tapi ya sudah biasa, kalau air surut pasti ramai warga turun,” katanya.

Asatan berasal dari bahasa Madura yang berarti "surut". Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun, menjadi semacam hari raya bagi warga yang hidup berdampingan dengan aliran sungai dan irigasi.

Tak ada selebaran, tak ada undangan resmi, informasi cukup menyebar dari mulut ke mulut, dan warga pun datang berbondong-bondong.

Lebih dari sekadar menangkap ikan, asatan adalah potret keterhubungan masyarakat dengan alam.

Ketika teknologi pertanian hadir dalam bentuk bendungan dan irigasi, warga tetap menjadikan alam sebagai sumber penghidupan dengan cara yang ramah, alami, dan penuh kegembiraan. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Bendungan Sampean Baru #Asatan #Bondowoso