Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bulog Bondowoso Tanggapi Usulan Biaya Transportasi Gabah Petani, Begini Penjelasannya

Faqih Humaini • Rabu, 28 Mei 2025 | 02:19 WIB

 

ilustrasi seorang petani saat membawa gabah, AI
ilustrasi seorang petani saat membawa gabah, AI

Bulog Bondowoso Tanggapi Usulan Biaya Transportasi Gabah Petani, Begini Penjelasannya


BONDOWOSO – Menanggapi usulan  terkait bantuan biaya transportasi saat mengantarkan gabah ke gudang Bulog, Wakil Kepala Bulog Bondowoso, Tirto Panji Prasetyo, memberikan penjelasan mengenai mekanisme yang sudah berlaku.

Menurutnya, Perum Bulog sebenarnya telah menyediakan ketentuan terkait biaya angkut gabah sesuai regulasi nasional.


"Jika petani mengantarkan gabah langsung ke penggilingan atau titik serah, maka pembelian akan tetap mengikuti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Untuk biaya angkut, Bulog dapat memberikan pembayaran maksimal sebesar Rp200 per kilogram, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Perum Bulog," ujar Tirto saat dikonfirmasi pada Senin (27/5).


Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemberian biaya transportasi tersebut tidak bersifat mutlak dan tetap menyesuaikan dengan kondisi serta hasil verifikasi di lapangan.

Dalam praktiknya, penyaluran biaya angkut dilakukan melalui mekanisme yang akuntabel dan transparan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.


Selain aspek biaya, Tirto menekankan bahwa kualitas gabah tetap menjadi prioritas utama dalam proses penyerapan. Bulog Bondowoso, kata dia, akan terus melakukan pengawasan mutu secara ketat di setiap titik serah.

“Kami ingin memastikan gabah yang diserap sesuai standar yang telah ditetapkan,” tambahnya.


Pengawasan mutu ini menjadi krusial, lanjut Tirto, karena seluruh proses pengadaan gabah dibiayai oleh anggaran negara.

Oleh sebab itu, prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas menjadi landasan penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.


Bulog Bondowoso juga terus membuka ruang komunikasi dengan petani dan mitra penggilingan, agar proses penyerapan gabah berjalan lancar dan menguntungkan kedua belah pihak.

Tirto menyebutkan, pihaknya siap memberikan pendampingan dan informasi teknis terkait tata cara penyerahan gabah yang sesuai ketentuan.


“Kami harap petani tidak ragu untuk menyampaikan kendala di lapangan.

Bulog berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional, dan peran petani sangat penting dalam rantai distribusi tersebut,” pungkas Tirto.


Jika Anda butuh versi cetak atau online (dengan gaya jurnalistik lebih resmi atau populer), saya bisa bantu sesuaikan.

Editor : Nur Hariri
#Pemkab Bondowoso #serapan gabah #Ketahanan Pangan #Bondowoso #bulog bondowoso