SUMBERANYAR, Radar Ijen - Parade sound horeg di Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah makan korban.
Seorang pelajar asal Kecamatan Maesan tertimpa sound yang dibawa menggunakan truk.
Akibatnya korban mengalami luka pada bagian kepala, serta memar pada bagian bahu.
Insiden tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosia.
Dalam video pendek itu, terlihat detik-detik korban tertimpa sound. Kejadian diduga akibat sound yang dibawa menggunakan truk terlalu tinggi.
Sehingga tersangkut di dahan pohon, sehingga terjatuh menimpa korban. Warga sekitar termasuk panitia acara, langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Korban Nadia Friska Maulani Dewi tak bisa menjelaskan secara rinci, kronologi kejadian yang menimpanya. Karena mengaku masih merasa kesakitan di beberapa bagian tubuhnya.
Meski demikian, dia juga mengaku sudah dalam kondisi baik-baik saja.
“Intinya sudah sehat, bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk sudah bisa sekolah lagi,” katanya.
Diketahui saat ini korban merupakan siswa kelas X, di salah satu sekolah di Bondowoso.
Atas kejadian tersebut, dia mengalami luka pada bagian kepala, sehingga harus dijahit dengan tujuh jahitan. Sebelum kejadian, dia mengaku sempat merasa pusing dan panas.
“Disana saya cuma ikut saja. Bukan jadi dancer,” imbuhnya.
Penggunaan sound horeg di Bondowoso, sempat mendapatkan reaksi beragam dari warga Bondowoso.
Ada yang mendukung kegiatan tersebut, namun tak jarang yang menganggap kegiatan itu tak perlu.
Di berbagai daerah, pemerintah daerah setempat mengeluarkan aturan khusus untuk sound tersebut.
Kapolsek Jambesari Darus Sholah Iptu Sumanto mengatakan, pasca dilakukan perawatan korban sudah dapat beraktivitas kembali. Penyebabnya diduga akibat sound horeg terlalu tinggi, sehingga menyangkut di dahan pohon.
Tingginya kurang lebih 5 hingga enam meter, sementara di lokasi kejadian, banyak pohon di sekitar lokasi.
Pawai sound horeg itu dalam rangka acara imtihan. Meski demikian, dia memastikan tak ada izin yang dikeluarkan oleh kepolisian.
Oleh sebab itu, Sumanto meminta penataan sound horeg lebih diperhatikan. Sehingga kejadian serupa tak kembali terjadi.
“Sampai saat ini, izin sound horeg itu belum ada,” pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi