Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengungkap Kisah Kelam: Fakta Penyebab Meninggalnya Thoriq di Gunung Piramid, Medan Ekstrem dan Minimnya Jalur Evakuasi

M. Ainul Budi • Minggu, 4 Mei 2025 | 16:05 WIB
Foto Mendiang Thoriq Rizki Maulidan (instagram.com/thoriq_rizky33)
Foto Mendiang Thoriq Rizki Maulidan (instagram.com/thoriq_rizky33)

radar jember - Akhir bulan Juni, kehilangan seorang pendaki di Gunung Piramid mengejutkan masyarakat.

Sejak tanggal (23/6/2019), Thoriq Rizky Maulidan tiba-tiba menghilang dan posisinya tak diketahui. 

Pendaki yang berasal dari Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso di Jawa Timur itu menghilang saat mengundurkan diri dari pendakian dan terpisah dari rombongannya. 

Tim pencari dari SAR dikerahkan untuk menemukan jejak Thoriq, namun setelah 12 hari, masih belum ada informasi mengenai keadaan Thoriq.

Setelah berhari-hari tidak ada kabar di Gunung Piramid, jasad Thoriq Rizky Maulidan akhirnya ditemukan kemarin sore (5/7/2019) pada pukul 15.30. 

Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh tim Wanadri. 

Walaupun jasadnya sudah ditemukan, proses evakuasinya tidaklah mudah karena kondisi medan yang menghambat. Maka evakuasi jenazah berlangsung pagi ini.

1. Rencana untuk naik gunung pada hari Minggu (23/6/2019) melibatkan empat siswa SMP yang berharap untuk menikmati pemandangan matahari terbenam di Gunung Piramid. 

Pada hari Jumat (21/6/2019), Thoriq berserta tiga temannya, Pungky, Syafril, dan Rizki, membuat rencana untuk mendaki Gunung Piramid yang memiliki ketinggian 1531 mdpl demi menikmati keindahan sunset. 

Setelah mencapai kata sepakat, mereka memutuskan untuk melakukan pendakian pada hari Minggu (23/6/2019).

Mereka memulai perjalanan pada pukul 07.00 WIB dan setengah jam setelahnya, mereka mulai melakukan pendakian. 

Selama empat jam, mereka berjuang mendaki hingga mencapai Pos 2, di mana mereka beristirahat untuk waktu yang cukup lama. Mereka melanjutkan perjalanan pada pukul 14.00.

Ketika mereka tiba di punggung naga, yang merupakan jalur yang cukup menantang dekat puncak Piramid, Syahril memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan karena merasa kelelahan. 

Pungky, Rizki, dan Thoriq kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak. 

Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka akhirnya berada di puncak, tetapi karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, mereka segera memutuskan untuk turun. 

Thoriq berada di depan, sedangkan dua temannya tertinggal di belakang. 

Namun, saat Pungky dan Rizki tiba di lokasi di mana Syahril beristirahat, mereka mendapati Thoriq tidak ada di sana. 

Setelah mencari selama sekitar satu jam, mereka memutuskan untuk segera turun.

2. Kebingungan melanda saat Thoriq tidak kunjung muncul, ketiga rekannya segera mencari pertolongan dari tim SAR untuk membantu mencari Thoriq di Gunung Piramid.

Karena panik tidak menemukan Thoriq, ketiga temannya ini buru-buru turun ke bawah dan meminta bantuan. 

Tim SAR pun cepat melakukan pencarian dari tanggal 24 Juni hingga 30 Juni, sayangnya hasilnya buruk. 

Tidak ada tanda-tanda keberadaan Thoriq yang ditemukan. Hal ini menimbulkan isu di masyarakat bahwa ada hal-hal gaib yang sepertinya menyembunyikan Thoriq. 

Namun pada tanggal 2 Juli, tim penyelamat kembali melakukan pencarian Thoriq di Gunung Piramid. Hasilnya, pada tanggal 5 Juli, Thoriq ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

3. Thoriq terjebak di atas sebuah pohon dugaan utama Thoriq terjatuh dari jalur pendakian dan ditemukan pada hari ulang tahunnya

Jalur pendakian di lokasi penemuan Thoriq sangat menantang, terutama saat malam hari. 

Pada akhirnya, jenazahnya dievakuasi pagi ini sebelum dibawa turun. Jalur setapak pendakian itu hanya memiliki lebar 40 cm. 

Di sisi kanan dan kiri langsung terdapat jurang. Jurang terdalam di sebelah kiri sekitar 500 meter. 

Sementara jurang di kanan tidak begitu dalam, namun merupakan jalan setapak yang sangat berisiko. Jenazah yang diyakini milik Thoriq ditemukan di dalam jurang sisi kanan. 

Asumsi utama adalah Thoriq terjatuh dari jalur pendakian punggung naga yang curam akibat faktor cuaca yang tidak mendukung.

Jalur punggung naga di Gunung Piramid yang terkenal sangat menantang dan berbahaya. Dari kejadian ini, kita bisa belajar bahwa tidak semua gunung bisa didaki tanpa batasan. 

Terutama bagi anak-anak di bawah umur. Guide atau pemandu diwajibkan mendampingi para pendaki. Hal ini demi menjaga keselamatan pendaki.

Editor : M. Ainul Budi
#Thoriq Rizki Maulidan #Gunung Piramid #Bondowoso