radarjember.id - Selain wisata alam yang diakui dunia, Bondowoso juga memiliki potensi budaya dan benda megalitikum. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Khususnya wisatawan mancanegara. Mereka dapat belajar budaya hingga adat istiadat yang beragam.
Bahkan sejumlah wisatawan mancanegara, diketahui mulai datang bukan hanya untuk mengunjungi tempat wisata saja. Mereka juga datang untuk belajar kebudayaan lokal hingga belajar cara bertani. Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari merupakan jujukan bagi mereka. Tak jarang mereka bertukar pengetahuan dengan warga sekitar.
Baca Juga: Sinopsis dan Fakta Menarik Film Encanto (2021), Keajaiban dalam Dunia yang Serba Harus Sempurna
Banyaknya kunjungan wisatawan asing ke Sulek Geo Village itu, mulai terjadi pasca Covid-19 beberapa waktu lalu. Saat itu, salah satu tour guide di Bondowoso, Yuli Sofiyanti yang memiliki banyak kenalan wisatawan mancanegara. Mengetahui banyak rekannya yang bankrut, sehingga diarahkan untuk berkunjung ke Bondowoso saja.
Namun sebelum itu, Yuli diminta untuk membuat gambaran kebudayaan hingga suasana di desanya. Dia memutuskan untuk memberikan gambaran secara geografis. Lokasi desa itu diapit oleh dua bukit yang terbentuk akibat letusan Gunung Raung pada 1593 silam. "Menurut keterangan ahli, dua bukit ini dulunya adalah dua gunung berapi besar yang kemudian meletus membentuk bukit," kata Yuli.
Dirinya juga mengirim gambar-gambar di desanya. Seperti, sawah belakang rumah, orang memanen padi, hingga warga yang sedang memasak. Dari deskripsi itulah, sejumlah wisatawan mulai tertarik berkunjung ke Desa Sulek. Sejak Agustus 2023, tercatat sudah ada puluhan bule dari 19 negara yang datang ke rumahnya. Mulai Prancis, Jerman, Amerika, Kanada, Brazil, hingga England. Mereka tinggal paling sebentar 4 hari, dan paling lama 19 hari.
Selama mereka tinggal di tempat tersebut, banyak kegiatan yang biasa dilakukan. Mulai dari memasak menggunakan tungku, belajar bertani atau bercocok tanam. Hingga menyempatkan diri untuk mengikuti workshop batik dan kerajinan kuningan. Tak hanya itu, mereka juga menularkan ilmu bahasa inggris kepada siswa di Desa Sulek.
Salah seorang wisatawan asing asal Inggris, Mikail mengatakan, datang ke Bumi Ki Ronggo pasca mendapat rekomendasi dari temannya. Benarnya saja, setelah berkunjung selama beberapa hari, dia mengaku menikmati berbagai pengalaman di desa yang ada dataran tinggi itu. Mulai dari menikmati makanan lokal dan belajar Bahasa Madura. "Saya bisa berbahasa Madura yang sangat basic, seperti Sakalangkong (terima kasih,red)," katanya dalam bahasa Inggris. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis