Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kadis DPMD Masih Bungkam Soal Banyaknya Wisata Desa di Bondowoso Mangkrak, Fasilitas Seharga Miliaran Bisa Muspro

M. Ainul Budi • Senin, 21 April 2025 | 13:15 WIB

 

MANGKRAK: Sejumlah fasilitas bagi pengunjung di Wisata Rawa Indah Almour pun sekarang kondisinya pun memprihatinkan.
MANGKRAK: Sejumlah fasilitas bagi pengunjung di Wisata Rawa Indah Almour pun sekarang kondisinya pun memprihatinkan.

radar jember - SEJUMLAH destinasi wisata desa yang terbengkalai, membuat Komisi IV DPRD Bondowoso turun tangan.

Mereka melihat secara langsung kondisi di lapangan, serta mencari informasi penyebab tempat tersebut terbengkalai.

Maklum saja, butuh anggaran tak sedikit untuk membangun tempat itu.

Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso A Mansur menjelaskan, berdasarkan kunjungan ke Wisata Rawa Indah Almour, dia mengetahui kondisinya saat ini memprihatinkan.

Akibat sejumlah fasilitas rusak serta tumbuhnya rumput liar dengan subur. Bahkan homestay bantuan dari pemerintah pusat tak dimanfaatkan. Akibatnya bangunan tersebut tak terawat bahkan mulai rusak.

“Kalau orang ke sana pasti kembali,” katanya.

Dia mengaku mendapatkan informasi, bahwa Wisata Desa Almour tersebut tak beroperasi sejak pergantian kepala desa yang baru.

Namun pasca meminta keterangan kepada pihak desa.

Rawa Indah Almour terbengkalai akibat sepi pengunjung.

Serta tak mampu bersaing dengan wisata desa lain yang baru bermunculan.

Mansur menilai, jika hal tersebut terus dibiarkan.

Maka fasilitas yang membutuhkan anggaran hingga ratusan juta akan muspro.

Akibat sejumlah fasilitas yang dibiarkan rusak dan tak bisa dimanfaatkan kembali.

Dia berharap, pemerintah desa setempat memiliki langkah yang inovatif untuk memanfaatkan dan menghidupkan kembali wisata tersebut.

“Jangan hanya di awal viral, tapi kemudian kendor,” ucapnya.

Dia menilai, pengelola wisata tersebut tidak memiliki pemikiran untuk mengembangkan.

Dibiarkan begitu saja sehingga kalah dengan wisata-wisata yang dikelola swasta.

Dia berharap kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso memberi dorongan kepada desa, tidak sekadar melaksanakan kegiatan yang sifatnya sementara.

“Memaksimalkan fasilitas semanfaat mungkin, itu penting daripada membangun baru,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala DPMD Bondowoso, Aris Agung Sungkowo tidak memberikan tanggapan apapun, ketika dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Ijen.

Baik melalui sambungan telepon atau pesan singkat. Dia juga tak dapat ditemui di kantornya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Wisata Desa #Bondowoso