Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Bondowoso Siapkan Destinasi Wisata Terpadu, Tidak Ingin Hanya Jadi Tempat Transit

M. Ainul Budi • Jumat, 18 April 2025 | 17:10 WIB
SEJARAH TINGGI: Salah seorang mahasiswa saat melakukan penelitian pada  situs gua Butha Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin.
SEJARAH TINGGI: Salah seorang mahasiswa saat melakukan penelitian pada  situs gua Butha Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin.

BLINDUNGAN, Radar Ijen - Bondowoso sebuah kabupaten di Jawa Timur, selama ini kerap dipandang hanya sebagai wilayah persinggahan atau tempat transit wisatawan yang hendak menuju destinasi lain seperti Banyuwangi atau Situbondo. Namun stigam itu menjadi sebuah tantangan agar dapat dibantah dengan berbagai keindahan wisata alamnya, hingga peninggalan situs purbakalanya.

Namun, Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi wisata yang kuat untuk menjadi tujuan utama, bukan sekadar tempat singgah.“Kami tidak dalam kerangka bersaing untuk mengalahkan dan menenggelamkan yang mana seperti itu. Tapi sinergi,” ujarnya.

Menurutnya, Bondowoso memiliki kekayaan tema dan lokasi wisata yang saling mendukung, mulai dari wisata alam, sejarah, hingga potensi wisata kesehatan. Semua itu tengah dirancang untuk bersinergi dalam sebuah konsep besar yang disebut one stop tourism.

Konsep one stop tourism yang dimaksud adalah menghadirkan Bondowoso sebagai tujuan wisata terpadu, di mana semua kebutuhan wisatawan dapat terpenuhi dalam satu wilayah. Dari alam yang indah seperti Kawah Ijen dan Air Terjun Tancak Kembar, hingga situs sejarah dan purbakala yang tersebar di berbagai kecamatan. “Kalau digali, situs-situs purbakala itu akan menjadi satu kekuatan tersendiri,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Bondowoso juga menargetkan pengembangan sektor kesehatan sebagai bagian dari pariwisata jangka panjang. “Bondowoso punya potensi rumah sakit atau segala macam yang mungkin kalau kita kelola dengan baik ini akan bisa menjadi tujuan utama orang berobat,” imbuhnya.

Selain wisata kesehatan, Bondowoso juga mulai menata diri sebagai pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Fasilitas dan infrastruktur akan terus ditingkatkan agar mampu menarik kegiatan-kegiatan skala regional maupun nasional, yang pada akhirnya akan mendukung sektor ekonomi lokal secara luas.

Dengan keterpaduan semua sektor—alam, sejarah, bisnis, dan kesehatan—Bondowoso ingin memberi kontribusi nyata dalam pengembangan kawasan tapal kuda. “Keterpaduan dari semua itu sedang kita pikirkan sekarang untuk kita implementasikan,” ujar Bupati Hamid Wahid. Harapannya, Bondowoso menjadi tujuan utama yang mampu menarik wisatawan dengan segala jenis kepentingan.

Upaya ini menjadi bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah untuk membangun pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Dengan menggali potensi lokal dan mengintegrasikannya dalam sistem yang terstruktur, Bondowoso bertekad lepas dari imej sebagai tempat transit dan menjelma sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur. (faq/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #Ra Hamid #Bondowoso