Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Viral Hingga Dapat Anugerah Desa Wisata Indonesia, Wisata Desa di Bondowoso Ini Mangkrak, Apa Penyebabnya?

M. Ainul Budi • Kamis, 10 April 2025 | 14:15 WIB

MANGKRAK: Tangkapan layar setelah tujuh bulan tak beroperasi, kolam ikan di Tirta Agung dipenuhi rumput liar.(TIKTOK L.F DHINI)
MANGKRAK: Tangkapan layar setelah tujuh bulan tak beroperasi, kolam ikan di Tirta Agung dipenuhi rumput liar.(TIKTOK L.F DHINI)
 

SUKOSARI KIDUL, Radar Ijen - Masih ingat dengan wisata Tirta Agung?. Destinasi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin itu, kini nasibnya kurang baik.

Padahal sebelumnya, tempat tersebut menjadi salah satu jujugan yang banyak didatangi wisatawan. Karena pemandangan alam serta fasilitas yang disediakan.

Tirta Agung dibangun sejak 2018 lalu, kemudian secara resmi dibuka untuk umum sejak 2019.

Lokasinya yang berada di area perlintasan menuju Kawah Ijen menjadi daya tarik tambahan, selain wahana dan panorama yang disediakan. Bahkan pada 2022 lalu, Desa Sukosari Kidul ditetapkan sebagai desa terbaik kedua dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). 

Namun sayang, kondisinya saat ini memprihatinkan.

Sejumlah fasilitas diketahui rusak dan terbengkalai. Bahkan keramik kolam renang andalannya banyak yang mengelupas, kolam ikan dipenuhi tumbuhan liar, serta sejumlah gazebo rusak.

Hal itu dibagikan oleh warga melalui akun media sosial pribadinya. 

Ketua Pokdarwis Tirta Agung Fadil Susanto menjelaskan, destinasi wisata desa itu memang tak beroperasi sejak tujuh bulan lalu.

Salah satu penyebabnya adalah bencana alam, seperti banjir dan angin kencang yang sering melanda tempat tersebut. Akibat ya sejumlah fasilit diketahui rusak dan tak bisa diperbaiki.

"Ditambah lagi setelah Covid-19 sepi pengunjung,” ujarnya. 

Kondisi tersebut membuat sejumlah pekerja memilih jalan lain. Mereka mencoba mencari kerja di luar desa untuk mendapat penghasilan. Sebelumnya, sejumlah pemuda desa setempat mengelola tempat wisata memiliki kolam renang dengan air alami itu.

Meski demikian, Fadil menyebut Pemerintah Desa Sukosari Kidul akan menghidupkan kembali destinasi wisata andalan tersebut.

Dibuktikan dengan dimulainya upaya perbaikan gazebo yang rusak.

"Awalnya itu bambu sekarang diganti kayu, dan sudah selesai," paparnya.

Perbaikan gazebo utama atau tempat rapat juga rampung. Awalnya tempat itu dibuat dari bambu, namun saat ini diganti menjadi bangunan permanen. Sehingga dalam waktu dekat, menurutnya akan kembali beroperasi seperti biasa. “Perbaikannya kami cicil,” imbuhnya. 

Rencana akan dibuka kembali April 2025, namun masih menunggu perbaikan cafe termasuk spot Kala Senja. Dia mengaku berupaya secepatnya akan dibuka kembali. Apalagi tempat itu bisa membuka lapangan kerja untuk warga sekitar.

Sebelumnya ada 19 orang yang bekerja di wisata tersebut. "Termasuk bagian tiket, kebersihan, pelayan di cafe Kala Senja," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#tirta agung bondowoso #wisata bondowoso #ADWI